Masihkan Gary Jacobs Jr. dan Dior Lowhorn Jadi Favorit Tim IBL?


Nov 04, 2021

Kalau berbicara tentang pemain asing di IBL, tentu tidak lepas dari dua pemain ini. Mereka adalah Gary Jacobs Jr. dan Dior Alexandros Lowhorn. Dua pemain yang sama-sama punya caps atau jumlah penampilan paling banyak di IBL.

Gary Jacobs sudah tampil di Indonesia, sejak IBL memberlakukan aturan tentang pemain asing di musim 2016-17. Dialah MVP atau Best Foreign Player pertama di IBL. Saat itu, Gary bermain untuk NSH Jakarta. Dia berhasil membawa NSH yang biasanya ada di papan bawah, naik ke persaingan playoff. Sayangnya di akhir musim reguler NSH tetap tereliminasi karena kalah head-to-head dengan Hangtuah Sumsel. 

Gary merupakan pemecah rekor poin di IBL. Pada tahun 2017, dia pernah mencetak 61 poin saat pertandingan NSH melawan Satya Wacana di Bandung. Setelah itu, nama Gary mondar-mandir di IBL. Mulai dari membela Prawira Bandung, Hangtuah, sampai yang terakhir ada di klub Satria Muda di IBL Pertamax 2020. Tampaknya menimbang kualitas permainannya, Gary masih jadi pilihan klub-klub untuk liga musim 2022. 

Lanjut berbicara soal Dior Lowhorn. Pemain berusia 34 tahun tersebut ternyata masih ada dalam daftar pemain asing yang bisa dipilih klub-klub untuk musim 2022. Pemain berkarakter keras dan dominan di bawah ring ini memang bisa memperbesar peluang sebuah klub menjadi juara. 

Meski bukan sebagai pencetak poin terbanyak di liga, namun Lowhorn bisa berkontribusi besar di timnya. Lihat saja ketika Lowhorn tampil bersama Satria Muda Pertamina Jakarta di IBL 2017-18. Dia bisa membawa tim asuhan Youbel Sondakh menjuarai liga musim tersebut. 

Lowhorn bermain dua musim di Satria Muda (2017-18 dan 2018-19). Kemudian dia pindah ke Pelita Jaya pada musim 2020. Di musim terakhir dia tampi, Lowhorn masuk nominasi Best Foreign Player dengan catatan statistik rata-raa 28,3 PPG dan 13,5 RPG. 

Melihat latar belakang dan pengalaman Gary dan Lowhorn di IBL, maka kemungkinan besar mereka masih jadi pilihan utama klub-klub IBL 2022. Soal kualitas permainan, tentu sudah tidak diragukan. Namun kembali lagi, semuanya bergantung pada kebutuhan klub masing-masing. (*)