MainBasket bermula dari blog


May 07, 2021

Tiga media yang ikut jadi voter penilai IBL Pertamax Award 2021, pasti bukanlah nama asing bagi para penggemar bolabasket Indonesia. Salah satunya adalah MainBasket.

Media ini bermula dari blog, baik lewat blogspot maupun wordpress. Adalah Rasyidan, sang penggagas. “Saya iseng bikin blog pada 2008. Isinya tentang basket, terutama basket Indonesia,” kata Idan, sapaannya. “Ternyata lumayan pembacanya, orang-orang ramai berinteraksi di kolom komentar,” tambahnya.

Gagasan membuat blog, terpicu karena saat itu dia merasa susah mendapatkan berita tentang kompetisi bolabasket Indonesia. “Mungkin ada beberapa situs berita menulis tentang IBL, tetapi tidak terlalu ramai. Apaga saat itu IBL belum memiliki situs resmi,” kenangnya.

Dua tahun  kemudian, 2010, Idan makin serius. Dia merilis mainbasket.com. Sejak itu pula mainbasket rutin meliput kompetisi NBL Indonesia hingga kembali mengusung nama IBL. Event basket lainnya seperti ASEANA Basketball Leagur, SEA Games, Asian Games, 3X3 World Tour sampai kemudian diajak FIBA untuk menjadi mitra pada FIBA Asia Cup Jakarta 2021 nanti. Pada tahun 2013, Idan juga berkesempatan meliput langsung kompetisi NBA di Amerika Serikat.

 “Tahun 2012 kami membikin majalah Mainbasket bertepatan dengan saat Satria Muda juara NBL Indonesia 2012,” terangnya. Ketika itu dia sudah berkolaborasi dengan Azrul Ananda dan masuk dalam bagian grup DBL. “Tahun 2020, karena pandemic, edisi majalah Mainbasket terpaksa istirahat dulu,” ujarnya.

Idan adalah penggemar dan pemain basket. “Saya hanya bermain untuk hiburan, tidak serius dan tak pernah mewakili kampus,” kata alumnus Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung ini.

Tidak serius menjadi pemain, tetapi Idan dan Mainbasket nya, menunjukkan diri sebagai penggemar yang serius,sehingga boleh dibilang kini sudah naik level, bukan sekadar penggemar tetapi menjadi pakar.

“Ah, masih banyak yang jauh lebih pakar dibanding kami,” kata Pimpinan Redaksi MainBasket ini.