Konsisten, Transisi dan Ofense Jadi Kunci Louvre


Feb 08, 2020

Sukses Louvre Surabaya menekuk Pelita Jaya Bakrie 92-81 diakui pelatih Andika Supriadi Saputra tak lepas dari konsistensi para pemainnya menerapkan game plan. “Konsistensi dan teruskan pola permainan sendiri menjadi kunci kami malam ini,” kata Bedu, sapaan Andika.

Konsistensi bermain, melakukan transisi dan ofense menjadi ciri khas Louvre sekaligus menjadi senjata Daniel Wenas dkk. “Standar permainan seperti ini yang selalu saya inginkan dari anak-anak,” kata Bedu. Saat melawan Pelita Jaya, Bedu meminta pasukannya menjaga paint area dan sering melakukan tembakan. “Anak-anak bermain dengan hati jadi lebih enak dalam bermain,” ujarnya.

Pelatih Pelita Jaya, Ocky Tamtelahitu mengakui field goals pasukannya jelek. “Field goals kami jelek hari ini. Entah itu karena shooting selection yang salah atau memang akurasi buruk,” kata Ocky. Field goals Pelita hanya 42,5 % kalah dibandingkan Louvre yang mencatat persentase field goals 52,9 %