Kompetisi IBL 2021 Direncanakan Bergulir 15 Januari


Nov 09, 2020

Jakarta, 9 November - Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat untuk upaya liga bolabasket kembali bergulir. Sebagaimana diketahui, setelah kelanjutan musim IBL Pertamax 2020 Oktober yang lalu batal untuk dilaksanakan karena situasi yang ada, manajemen IBL dan klub-klub langsung mulai bergerak kedepan dan fokus ke persiapan 2021.

Kompetisi IBL 2021 dipersiapkan untuk seri pertama dapat digelar mulai 15 Januari 2021. “Jadwal telah kami sosialisasikan pada klub-klub peserta pada pertemuan manajer secara virtual pagi tadi,” kata Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah. Dengan mempertimbangkan situasi kedepan, tentunya penyelenggaraan akan tetap ketat dengan protokol kesehatan, dengan sistem gelembung (karantina) dan masih belum bisa melibatkan penonton langsung di lapangan.

Selain kondisi pandemi yang memerlukan beberapa langkah antisipasi tersendiri khususnya untuk penyelenggaraan kegiatan olahraga, tahun 2021 memiliki jadwal yang padat, seperti kalendar umum bulan puasa yang lebih maju dari sebelumnya, kemudian juga kalendar bolabasket nasional dimana masih akan bertepatan dengan window FIBA Asia Qualifier pada bulan Februari dan juga rencana penyelenggaraan FIBA Asia Cup 2021. Manajemen IBL beserta klub perlu memikirkan langkah yang terbaik untuk semua dari sisi pengaturan jadwal seri dan pertandingannya.

Modifikasi penyelenggaraan baik dari sisi jadwal, format serta teknis kompetisi akan menyesuaikan. Beberapa diantaranya, jadwal seri yang umumnya 8 akan dipadatkan menjadi 4 karena untuk efiktifitas sistem karantina yang akan dibagi menjadi 2 fase. Apabila musim sebelumnya, satu seri berjalan selama 3 hari, maka saat ini satu seri akan berjalan selama 6 hari. Fase satu untuk rangkaian penyelenggaraan seri 1, 2,3 kemudian fase dua untuk rangkaian seri 4 hingga Playoff sampai dengan Final yang diperkirakan akan sampai akhir bulan Maret atau sebelum memasuki bulan puasa. Penyesuaian mekanisme teknis lainnya secara bertahap akan disampaikan.

"Kondisi pandemi masih belum menentu tahun depan, tetapi kompetisi tetap harus berjalan tentu dengan pedoman protokol kesehatan yang sangat ketat," kata Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah . Meskipun masih cukup banyak tantangan, usaha kedepan perlu optimis bahwa situasi akan semakin baik. Klub peserta IBL sudah mulai bergerak untuk melengkapi roster mereka yang rencananya paling lambat akan diserahkan pada 24 Desember. Guna membantu pencarian pemain, IBL telah melakukan transparansi informasi status kontrak pemain kepada seluruh klub, sehingga dapat memperoleh pemain yang memang statusnya available untuk bermain di klub terkait. IBL pun berencana akan menginformasikan kepada publik mengenai hal ini

"Saat ini transfer window ramai. Klub-klub sedang gencar mencari pemain sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing," tuturnya. Beberapa pemain bintang yang sempat absen pada kompetisi IBL dikabarkan akan kembali tampil , seperti Rachmad Febri Utomo yang akan membela Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja.