Kiki Susilo Salah Satu Legenda Panasia


Jan 25, 2020

Mengawali karier bola basket profesional dari klub Tarumatex,  Kiki Susilo kemudian membela Hadtex yang kemudian berubah menjadi Panasia Indosyntec sejak tahun 1994. Dua kali dia merebut juara bersama Panasia. 

Kiki terus bersama Panasia hingga IBL digelar tahun 2003. "Saat itu namanya Panasia Senatama. Saya hanya bermain sekali pada pertandingan pertama, kemudian cedera dan memutuskan pensiun," kata Kiki.

Motivasinya saat itu memang juga sudah tak bulat untuk bola basket. 

Point guard andal ini tiga kali dipanggil mengikuti pelatnas. "Dari tiga kali dipanggil, dua kali saya menolak," kenangnya. Yang pertama adalah tahun 1995, saat itu dia disibukkan dengan kuliah.

Pemanggilan kedua dia ikuti. Ketika itu untuk pembentukan tim nasional SEA Games 1999 di Brunei Darussalam. Sayang, Kiki tersingkir di saat saat akhir.

Pemanggilan terakhir adalah tahun 2001. "Saya menolak karena baru menikah dan ingin fokus pada keluarga," akunya.

Meski tak lagi aktif bermain bola basket secara profesional, Kiki masih mengikuti perkembangan bola basket Indonesia. "IBL luar biasa berkembang gim nya seru seru. Postur pemain sekarang juga jauh lebih tinggi dibanding jaman saya bermain," kata Kiki.

Kiki hadir pada seri kedua IBL di C'tra Arena Bandung, reuni bersama rekan rekannya seperti Firmansyah,  Rany Kristiono, Andre Tiara, Teddy Febrianto dan Johannis Winar.

Kiki memang salah satu legenda Panasia yang kini telah berevolusi nama menjadi Prawira.