Pertarungan dua tim yang belum pernah menang, Kesatria Bengawan Solo dan Satya Wacana Salatiga berlangsung sengit. Kali ini bukan hanya soal strategi saja, melainkan mental yang berbicara. Di awal laga, pertahanan Kesatria sempat direpotkan oleh pergerakan Kevin Kangu. Namun ketika adjustment yang dilakukan sukses, Kesatria bisa unggul 57-35 saat turun minum.
Bermain di Sritex Arena Solo, tim tuan rumah bermain lebih lambat di awal. Mereka juga tidak memberikan perhatian khusus pada salah satu pemain. Situasi tersebut dimanfaatkan oleh Kevin Kangu untuk mengobrak-abrik pertahanan Kesatria. Kangu mencetak 14 poin di kuarter keempat, termasuk dua kali three point, untuk memimpin Satya Wacana dengan keunggulan 20-18 di kuarter pertama.
Ketika Kesatria mulai menyadari bahwa Kangu adalah ancaman mereka, maka skuad asuhan Anthony Garbelotto membuat skema yang bisa memperlambat pemain asing Satya Wacana tersebut. Kangu dikunci, dan sama sekali tidak mencetak poin di kuarter kedua. Setelah mengatasi Kangu, Kesatria akhirnya bisa fokus dalam membangun serangan yang lebih baik.
"Saya rasa set-up defense kami kurang bagus. Kesatria mencoba mendorong bola lebih cepat ke depan, dan ketika set-up defense kami tidak cepat, maka ini yang terjadi," kata Jerry Lolowang, pelatih Satya Wacana Salatiga.
Sepanjang babak pertama, Kesatria mencetak 20 tembakan dari 36 attempt, atau setara dengan 55%. Mereka mencetak 28 poin in the paint, 13 fast break points, dan sempat menciptakan margin 24 poin. Kesatria dipimpin oleh Rashad Vaugn di babak pertama dengan 19 poin. Diikuti Kentrell Barkley dengan 16 poin, sembilan rebound, dan tiga assist.
Jika melihat permainan mereka selama babak pertama, Kesatria tampaknya akan memecahkan telur kemenangan mereka. Tetapi tetap harus waspada terhadap kebangkitan Satya Wacana di babak kedua. (*)
0 Comments