Kaleidoskop IBL 2020: Momen Kebangkitan di Bandung


Dec 27, 2020

IBL Pertamax 2020 Seri 2, berlangsung di Kota Bandung. Boleh dibilang, ini menjadi seri kebangkitan bagi beberapa klub, tapi tidak berlaku buat Prawira. Justru tim tuan rumah tidak pernah menang di Bandung.

Tim pertama yang membuat perubahan kali itu yakni Pacific Caesar Surabaya. Hanya satu seri saja mereka sudah melakukan evaluasi terhadap pemain asing. DeCorey Jones dianggap kurang besar untuk ukuran bigman, sehingga dia akhirnya diganti. Sebagai gantinya, Pacific menyiapkan Anton Waters. Dia bukan nama yang asing bagi IBL Fans, karena pernah bermain bersama Pacific di musim 2017-2018. 

Kedatangan Waters, Pacific langsung melejit. Tak tanggung-tanggung, mereka menghajar Pelita Jaya Bakrie (74-61), dan menundukkan Satria Muda Pertamina Jakarta (75-73). Kombinasi Luis Jacobo, Taylor Statham, dan Waters dinilai tepat untuk mengangkat performa tim asuhan David Singleton.

Selain Pacific, Satya Wacana Salatiga juga menikmati kemenangan di Bandung. Mereka mengalahkan Prawira (78-76), dan NSH Jakarta (89-77). Dua kemenangan itu mengobati luka Satya Wacana yang tidak pernah menang di tiga pertandingan seri pertama di GOR Sahabat, Semarang. Kemudian, tim yang juga menikmati kemenangan di Bandung adalah Indonesia Patriots. Mereka menundukkan Hangtuah (85-65), Louvre Surabaya (90-68), dan Prawira (77-73).

Cerita berbeda dibuat oleh tiga tim. Mereka justru terpuruk di C-Tra Arena, Bandung, yakni Louvre, Hangtuah, dan tim tuan rumah Prawira Bandung. 

Louvre dilanda krisis kepercayaan diri. Kali ini masalah internal mulai melanda, khususnya hubungan yang buruk antarpemain. Dari situ chemistry tim mulai terganggu. Sehingga di Bandung, mereka kalah telak. Louvre menyerah 61-69 dari Satria Muda, dan kalah dari Patriots. 

Hangtuah juga memperpanjang rekor kekalahan mereka di Bandung. Dari dua pertandingan, Hangtuah kalah dari Patriots, dan tunduk dari Bank BPD DIY Bima Perkasa dengan skor 65-69.

Terakhir ada tuan rumah yang kali ini tidak beruntung di Bandung. Bisa dibilang kurang beruntung karena mereka hanya kalah tipis di dua pertandingan. Saat menghadapi Satya Wacana, Prawira kalah dua poin (76-78). Kemudian ketika berhadapan dengan Patriots, mereka kalah empat poin (73-77). Pelatih Prawira Giedrius Zibenas tampak kesal dengan dua hasil negatif tersebut. Sebabnya, Coach Gibbi berharap timnya bisa mempersembahkan kemenangan untuk IBL Fans di Bandung.

Itulah sekilas tentang keseruan di Bandung. Berikutnya, kita akan bergeser ke seri ketiga di Jakarta. (*)