IBL LEGENDS : Mario Gerungan, Salah Satu Produk Terbaik Aspac


Feb 27, 2021

Bila menilik perjalanan sejarah klub Asaba, atau Aspac, atau yang terakhir bernama Stapac, maka selalu ada nama yang menonjol dari tim tersebut. Uniknya, pemain yang bersinar kebanyakan berposisi sebagai guard. Dirk Matthew Mario Gerungan adalah salah satunya. 

Guard-guard legendaris tanah air yang berasal dari Aspac ada Antonius Ferry Rinaldo, Mario Wuysang, Mario Gerungan, hingga memasuki era Andakara Prastawa Dhyaksa, Widyanta Putra Teja, dan Abraham Damar Grahita. Kali ini iblindonesia.com fokus pada perjalanan karier Mario Gerungan. 

Dirk Mathew Mario Gerungan sudah ada di Aspac junior sejak tahun 2000, dan beranjak ke tim senior di musim 2007. Ia pun pernah bermain di FIBA Championship 2011 di Wuhan, dan masuk dalam tim SEA Games 2011. Bersama Aspac, Mario Gerungan sudah meraih banyak gelar, termasuk menjuarai NBL Indonesia musim 2012-2013 dan 2013-2014.

Gerungan sebenarnya ingin pensiun tahun 2013. Namun urung dilakukan karena Aspac masih menginginkannya ada di tim. Akhirnya Mario memutuskan untuk tetap bermain di Aspac sambil meneruskan kuliah S2. Mario masih tampil hingga IBL 2016. Namun di awal tahun 2017, Mario memutuskan untuk mengakhiri karir di basket profesional. 

Acara pamitan pun cukup berkesan bagi Mario, karena berlangsung di GOR basket Lokasari. Lapangan yang ada di kawasan Jakarta Barat itu merupakan tempat pertama bagi Mario mengawali karir di basket profesional dan akhirnya ia berpamitan di tempat yang sama. 

Gerungan adalah contoh point guard yang menguasai banyak hal, terutama soal menyesuaikan dengan kebutuhan pelatih. Ketika di musim 2011-12, Gerungan mencetak rata-rata 7,8 PPG, 2,5 APG, dan 2,2 SPG. Dia saat itu menjadi salah satu pendulang poin di tim. Tetapi ketiga Aspac juara di musim 2012-13, tugas Gerungan bergeser, dari pencetak poin jadi fasilitator. Karena di musim tersebut, Aspac punya Andakara Prastawa sebagai rookie. Poin Gerungan turun jadi 3,9 PPG, namun catatan assist-nya naik jadi 3,5 APG. Inilah yang menjadikannya sebagai salah satu anak emas Irawan Haryono, pemilik Aspac.

Berbicara soal contoh kepada pemain-pemain era sekarang. Gerungan merupakan salah satu dari beberapa pemain basket Indonesia yang tidak melupakan pendidikan. Meski disibukkan dengan rutinitas latihan, Gerungan tetap menyelesaikan pendidikan di jenjang yang tinggi. (*)