Indonesia Tunduk dari Australia, Kunci Peringkat Ketiga di Grup A


Jul 16, 2022

Aksi Thon Maker mengawali lanjutan pertandingan Australia melawan Indonesia, di kuarter ketiga. Maker mencoba melakukan slam dunk saat laga baru dimulai, namun gagal. Namun setelah Australia berhasil mendapatkan offensive rebound, mereka menyerang dengan cepat. Samuel Mcdaniel berhasil mengirimkan assist empuk yang diselesaikan dengan slam dunk oleh Thon Maker. 

Seakan tak mau kalah, Marques Bolden juga berhasil membuat seisi Istora Senayan bersorak. Bolden mencetak poin dengan slam dunk memanfaatkan assist dari Abraham Damar Grahita. Bolden juga mendapatkan bonus satu free throw karena salah satu pemain Australia dianggap melakukan pelanggaran. Three point play Bolden membuat Indonesia menyusul 27-36. Indonesia terus berusaha untuk memotong margin poin. Namun tidak bisa turun di bawah 9 poin hingga pertengahan kuarter ketiga. 

Australia kembali melebarkan jarak poin. Memasuki lima menit terakhir Australia unggul 16 angka (48-33). Keunggulan tersebut berkat satu free throw dari Tyrese Proctor dan three point Rhys Anthony Vague. Namun anak-anak Indonesia tidak menyerah begitu saja. Melalui skema fast break, Yudha Saputera menyarankan tembakan three point di sisa tiga setengah menit. Jarak Indonesia dan Australia tersisa 10 angka (38-48). 

Sayangnya, lagi-lagi Indonesia kebobolan di paint area. Arki terpaksa melakukan pelanggaran ke pemain Australia yang baru masuk. Akhirnya Wani Lodu Swaka Lo Buluk bisa mencetak dua angka lewat free throw. Setelah poin tersebut, di possession berikutnya, Australia malah bisa unggul 17 angka. Thon Maker lagi-lagi memasukkan dua poin dengan slam dunk, memanfaatkan assist dari Mitchell Mccarron. Kuarter ketiga ditutup dengan skor 57-42 untuk keunggulan Australia. 

Selama kuarter ketiga, Australia mencetak field goals precentage sebesar 50%. Mereka memasukkan 8 tembakan dari 16 attempt. Sedangkan Indonesia hanya mencetak 4 tembakan dari 14 attempt. Ada 4 turnovers yang dibuat Indonesia di sepanjang kuarter ketiga. Kesalahan tersebut sangat merugikan Indonesia. 

Memasuki kuarter keempat, Indonesia harus bisa memangkas defisit 15 angka. Usaha dua pemain Indonesia memasuki paint area mendapatkan hasil yang bagus. Arki Dikania Wisnu dan Derrick Michael membuat Indonesia menyusul 46-57 dengan layup. Namun three point dari Samson James Froling menjaga keunggulan Australia, 60-46, di awal kuarter keempat ini. 

Hingga lima menit terakhir, Indonesia masih belum bisa menurunkan margin poin. Australia tetap unggul di atas 15 angka. Bahkan keunggulan tersebut meningkat hingga 20 angka (69-49) setelah Rhys Anthony Vague memasukkan tiga angka dengan three point play. Indonesia masih berusaha untuk mengimbangi permainan Australia. Sayangnya mereka malah semakin terbenam setelah Lo Buluk mencetak three point. Indonesia tertinggal 49-72. 

Sampai waktu tersisa dua menit, Australia sudah mencetak 19 angka. Sebaliknya Indonesia hanya menambahkan 9 angka. Kali ini, Australia benar-benar di atas angin. Setelah sempat struggle di kuarter pertama, Australia tampil baik dengan mencetak lebih dari 20 poin di tiga kuarter terakhir. Australia menang dengan skor 78-53. Tyrese Proctor menjadi penyumbang angka terbanyak dengan 14 poin. Rhys Vague dan Thon Maker masing-masing mencetak 11 angka. Serta Samson Froling dan Keanu Pinder sama-sama menyumbang 10 angka. Sebaliknya dari tim Indonesia, Marques Bolden mencetak 18 poin dan 10 rebound. Hanya Bolden yang mencetak double digit poin. 

Australia tetap di puncak klasemen dengan tiga kemenangan di babak penyisihan grup. Sementara Yordania berada di peringkat kedua dengan dua kemenangan. Ini setelah mereka menang 74-64 atas Saudi Arabia, Sabtu siang. Sedangkan Indonesia berada di tempat ketiga dengan rekor 1-3. (*)