IBL Pertamax 2020: Solidnya Tim NSH Jakarta


Apr 25, 2020

Dalam dua musim terakhir, selalu ada NSH Jakarta di papan atas Indonesian Basketball League (IBL). Perubahan drastis tersebut membuktikan bahwa tim ini makin solid. Bahkan sepertinya perubahan yang terjadi di tim, bukan jadi masalah. Justru tim NSH lebih stabil. Saat liga ditunda karena pandemi Covid-19, NSH berada di urutan kedua klasemen, di bawah Indonesia Patriots.

Sekadar mengingat kembali perjalanan tim ini. Pada musim 2016-2017, mereka masih dilatih oleh Maykel S.D. Ferdinandus. Kemudian tampuk pimpinan diserahkan pada Wahyu Widayat Jati, pada IBL 2017-2018. Keberadaan Cacing (sapaan akrab Wahyu), tidak serta merta membawa perubahan. NSH masih terpuruk dengan hanya menang tiga kali dari 17 pertandingan regular season. 

Cacing kemudian membuat langkah bersih-bersih tim. Pemain-pemain muda potensial tetap dipertahankan, dan pemain yang tidak sesuai skenario Cacing, tidak dipakai lagi. Pada musim 2018-2019 mereka masih punya pemain berpengalaman macam Wendha Wijaya, lalu pemain muda Andre Rorimpandey, dan beberapa pemain muda potensial lainnya. Ditambah lagi, mereka punya DaShaun Wiggins. Seorang point guard yang benar-benar jadi tumpuan tim NSH untuk mencetak poin. Hasilnya NSH bisa masuk semifinal IBL 2018-2019. Bahkan dengan predikat sebagai tim peringkat satu di klasemen dengan rekor 12-6.

Musim ini perombakan tim terjadi besar-besaran. Setelah Stapac Jakarta tidak ikut liga, NSH mendapatkan Widyanta Putra Teja dan Rizky Effendi. Mereka juga mendapatkan Jan Misael Panagan dari CLS Knights Indonesia. Muhammad Yugie dari Bogor Siliwangi, dan terakhir pemain free agent Randika Aprilian. Sayangnya NSH harus kehilangan Wendha Wijaya yang pindah ke Louvre Surabaya, dan Tri Hartanto yang pulang ke Pelita Jaya Bakrie. 

Di sisi kepelatihan, NSH harus merelakan Wahyu Widayat Jati untuk mendampingi Rajko Toroman di timnas Indonesia. Akhirnya mereka mendapatkan Antonius Ferry Rinaldo dan Antonius Djoko Endratmo. Dua legenda Aspac, yang selalu jadi tandem di kepelatihan. 

Ternyata perubahan tersebut menjadikan NSH semakin kuat. Karena kerangka tim sebelumnya sudah solid. Buktinya, NSH menjadi tim yang berhasil mengumpulkan 10 kemenangan musim ini. Jumlah yang sama dengan Pelita Jaya.

Soal permainan, NSH rata-rata menghasilkan 74,2 PPG dan 35,2 RPG secara keseluruhan. Rasio kemanangan yang tinggi, justru dikarenakan NSH punya strategi yang jitu di akhir-akhir laga. Kondisi tersebut didukung oleh stamina pemain muda dan juga solidnya komunikasi tim tersebut. 

Yang tidak boleh dilupakan, NSH kini punya Mike Glover. Monster poin di paint area dengan torehan 22,8 PPG dan 10,6 RPG. MEreka masih diperkuat oleh Dash Wiggins yang mampu menyumbang 19,3 PPG dan 3,7 APG. Dari pemain lokal, Widyanta Putra Teja tampil menonjol dengan raihan 9,5 PPG dan 3,8 APG. Disusul Andre Rorimpandey dengan 5,5 PPG dan 2,4 RPG. 

IBL Fans semuanya tentu bertanya-tanya, sampai mana NSH musim ini. Apakah mereka hanya bisa memanaskan persaingan papan atas. Ataukah mereka bisa mencetak sejarah baru dengan menjuarai IBL Pertamax 2020. Untuk tahu jawabnya, tentunya IBL Fans harus sabar hingga pandemi Covid-19 ini usai. IBL sendiri akan memulai kompetisi kembali pada bulan September 2020, bila kondisi memungkinkan.

Ikuti fakta-fakta seputar IBL Pertamax 2020 di iblindonesia.com. (*)