IBL Pertamax 2020: Peristiwa LOC Jadi Pembelajaran Semua Pihak


Apr 28, 2020

Ada peristiwa yang mengejutkan terjadi di IBL Pertamax 2020 Seri Kelima di Kediri, 29 Februari - 1 Maret silam. Saat itu penonton merasa aneh dengan pertandingan Pelita Jaya Bakrie melawan Pacific Caesar Surabaya, yang tiba-tiba dimainkan tanpa pemain asing. Peristiwa tersebut akhirnya membuka wawasan seluruh insan basket Indonesia tentang pentingnya kelengkapan dokumen.

Sebenarnya LOC atau kependekan dari Letter Of Clearence itu merupakan dokumen untuk pemain yang tampil di liga luar negeri. Atau dengan kata lain, bukan negara asalnya. Dokumen tersebut harus selalu diurus oleh pemain, ketika dia akan keluar atau masuk liga negara lain. 

Dulu pengurusan dokumen tersebut mungkin hanya diketahui federasi setempat, pemain, agen, dan pengelola liga. Tetapi seiring era digital, maka FIBA sebagai otoritas tertinggi olahraga basket dunia, menetapkan sebuah platform dimana LOC bisa dilihat oleh semua orang. Dimulainya sejak tahun ini. Itulah yang akhirnya membuat IBL ikut kena imbasnya.

Pertanyaannya sekarang, seberapa penting LOC untuk liga dan pemain? Ternyata sangat penting. Sebagai contohnya adalah ketika seorang pemain sudah menyelesaikan liga di satu negara dan pindah ke negara lain, harus mengurus LOC. Tujuannya agar bisa dipastikan pemain tersebut bersih. Dalam artian bersih dari hak dan kewajibannya dengan federasi yang lama. Setelah itu, pemain tersebut bisa bermain di federasi yang baru. Begitu seterusnya. Bagi FIBA, dengan adanya LOC, seorang pemain basket profesional bisa dilacak keberadaannya. 

Peristiwa LOC yang terjadi di IBL Pertamax 2020 berhasil membuka wawasan semua pihak, terutama penyelenggara kompetisi. Sebagai penyelenggara baik itu turnamen atau liga yang memakai pemain asing, maka mereka harus diperiksa dulu kelengkapan dokumennya. Jangan sampai kesalahan tersebut bisa merugikan negara sendiri. Sebab, salah satu ancaman hukuman kalau ada pemain yang melanggar aturan ini, atau dengan menampilkan pemain tanpa LOC, maka federasi negara tersebut bisa dibekukan.

Itulah beberapa peristiwa yang terjadi selama IBL Pertamax 2020, yang menjadi pembelajaran bagi insan basket tanah air. Tunggu kisah menarik selanjutnya di iblindonesia.com. (*)