Ibl Legends: Anthony Gunawan Enam Cincin Juara Sebagai Pemain


Oct 03, 2021

Anthony Gunawan kini punya cita-cita baru, sebagai general manager tim baru, RANS PIK Basketball dia ingin ikut serta membawa timnya meraih gelar juara IBL pada suatu ketika. “Kami harus membentuk pondasi tim yang tangguh dulu. RANS punya cita-cita sangat besar dan saya ingin ikut serta mewujudkannya,” kata Anthony.

Saat masih bermain di lingkup bolabasket profesional Indonesia, cincin juara bukan hal asing bagi Anthony. “Saya punya enam cincin juara,” katanya. Lima diraihnya bersama Aspac, satu lagi dia dapat ketika memperkuat Satria Muda.

Anthony mulai bergabung dengan Aspac pada tahun 2000 seangkatan dengan Denny Sumargo. Aspac menjadi satu kekuatan di kompetisi level tertinggi Indonesia tahun 2000-2002, mereka meraih gelar juara Kobatama. Ketika level tertinggi kompetisi bolabasket Indonesia berganti nama menjadi IBL, Aspac dan Anthony merebut gelar juara IBL 2003.

Usaha penta juara Aspac atau lima kali berurutan menjadi kampiun digagalkan Satria Muda pada IBL 2004, namun mereka kembali merebut gelar juara pada IBL 2005. Seusai final IBL 2005, Anthony hijrah ke Satria Muda, dan berhasil menjadi juara pada IBL 2006 yang menjadi kiprah terakhirnya sebagai pemain di belantika bola basket profesional Indonesia.

“Sebenarnya saya masih punya sisa kontrak setahun dengan Satria Muda, tetapi saya memutuskan untuk pensiun. Mau konsentrasi pada bisnis,” tuturnya. Saat itu dia sudah memulai bisnis clothing.

Menjadi manajer sebenarnya juga bukan hal baru baginya. Dia pernah sukses sebagai manajer pada event basket Crushbone saat itu. Tim dari kota asalnya, Yogyakarta yang ikut dibentuknya untuk event tersebut mampu tampil sebagai juara nasional. Salah satu pemainnya adalah Ponsianus Nyoman “Koming” Indrawan yang ketika itu belum terjun sebagai pemain bola basket professional.

Anthony kemudian ikut fokus pada pengembangan bolabasket 3X3 di Indonesia. Sebagai manajer dia juga sukses membawa tim Indonesia menjadi juara seri dunia di Tokyo, Jepang pada tahun 2013. Empat pemain  yang memperkuat tim 3X3 Indonesia ketika itu adalah Vinton Noland Surawi, Rizky Effendi, Wijaya Saputra dan Fandi Andika Ramadhani.

Tantangan menjadi general manager RANS PIK Basketball diakuinya juga datang tiba-tiba. “Saya sebenarnya sudah fokus mau memulai bisnis baru di Bali, Jeremy (Presiden RANS Basketball) tiba-tiba mengajak saya bergabung dan membantunya mengelola tim ini,” akunya.

Kini, Anthony mencoba mengejar mimpi sebagai general manager membawa timnya menjadi juara Indonesia suatu ketika.

Sebelum kompetisi IBL bergulir, Anthony bahkan sudah meraih prestasi pribadi. “Saya lulus tes sebagai technical delegate FIBA. Kemungkinan saya akan bertugas sebagai technical delegate pada Kualifikasi FIBA Asia,” ujarnya.

Ketika mengikuti tes, Anthony menduga itu adalah tes untuk technical delegate 3X3. “Yang merekomendasi saya adalah orang 3X3 FIBA, ternyata tesnya adalah untuk 5 on 5, dan saya lulus,” ceritanya.

Selamat, Anthony

 

 

Credit Foto: Tjandra Amin