Etika Menjadi Pembelajaran


May 25, 2021

Bintang Louvre Dewa United, Jamarr Andre Johnson terkena hukuman denda akibat sikapnya yang dinilai melanggar etika profesional dalam pertandingan play off kedua melawan KAI Bima Perkasa Jogja.

Dalam pertandingan tersebut Jamarr dan pemain Bima Perkasa, Rachmad Febri Utomo bersitegang saat Jamarr melakukan selebrasi seusai melesakkan tembakan tiga angka yang mengakibatkan perpanjangan waktu. Kedua pemain mendapatkan hukuman technical Foul dari wasit. 

"IBL, technical delegate dan wasit melakukan review pertandingan tersebut. Wasit sudah melakukan tugasnya on the track. Dalam rekaman terlihat Jamarr melakukan gerakan yang memancing (taunting) dan Febri bereaksi berlebihan," jelas  Harja Jaladri wasit pemimpin pertandingan

Setelahnya dilakukan juga peninjauan dikarenakan adanya pasal mengenai kode etik pada Peraturan Pelaksanaan IBL BAB IV pasal  1 tentang Etika Personel Klub IBL ayat 2 yang berbunyi: "Setiap personel Klub IBL dan pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan klub IBL, pada saat pertandingan berlangsung maupun setelah pertandingan tidak diperkenankan melakukan tindakan atau perbuatan yang dapat memancing emosi pemain lawan, pelatih lawan, ofisial lawan, perangkat pertandingan maupun penonton,"

Disayangkan Jamarr setelah selebrasi tembakan tiga angka melakukan gerakan menghampiri dan menyampaikan kalimat kepada area ofisial dan bench lawan yang tergolong pada pelanggaran pasal diatas. "Sanksi dijatuhkan berupa denda material senilai Rp 5 juta sesuai dengan pasal pengenaan sanksi," tutur Junas Miradiarsyah, Direktur Utama IBL.

Sementara soal masuknya pemain cadangan Louvre setelah Jamarr memastikan perpanjangan waktu dinilai bukan merupakan pelanggaran. "Semua pemain saat waktu permainan habis dinilai sebagai pemain aktif," jelas Junas.

Junas saat bersamaan juga memberikan apresiasi kepada Jamarr yang secara sportif mengakui kesalahan dan meminta maaf saat melakukan wawancara secara virtual dengan wartawan sesudah pertandingan dan berharap ini menjadi pembelajaran bagi semua untuk lebih baik dalam berkompetisi di level tertinggi namun juga menjunjung sportifitas kepada sesama dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.