Efri Meldi, Pelatih Sekaligus Pemandu Bakat


Jul 27, 2020

Jarang terjadi di basket Indonesia, ada tim yang justru ikonnya adalah pelatih. Rasanya hanya ada satu, yaitu Efri Meldi. Tim yang berbasis dari dunia pendidikan, Satya Wacana Salatiga, hingga saat ini sangat kental dengan Efri Meldi. Bukan hanya sekadar pelatih, Efri Meldi jadi pemandu bakat yang cukup jeli melihat bakat-bakat terbaik di Indonesia.

Coach Meldi -panggilan akrabnya- merupakan pria kelahiran Tanah Datar, Sumatera Barat. Cerita perkenalannya dengan basket juga melibatkan peran dari Ketua PP Perbasi saat ini yaitu Danny Kosasih. Coach Meldi pernah mengabdi di tim basket Satya Wacana, hingga akhirnya dirinya menjadi pelatih kepala tim tersebut, bahkan hingga sekarang. 

Di tengah kesibukannya sebagai pelatih, Coach Meldi bisa dianggap sosok penuh inspirasi. Ia ternyata mampu menyelesaikan pendidikan magister (S2) di tahun 2013 lalu. Padahal saat itu, Satya Wacana juga sudah tampil di liga profesional, NBL Indonesia. Bila ingin tahu rahasianya, silahkan meminta tips langsung dari pelatih kelahiran 10 April 1983. 

Itulah sekilas cerita tentang Coach Meldi. Kini kita menengok tim asuhannya Satya Wacana Salatiga. Tim yang berbasis dari dunia pendidikan ini memang punya kultur yang unik. Pemain yang sudah lulus dari Universitas Kristen Satya Wacana akan meninggalkan tim ini. 

Contohnya tidak usah disebutkan lagi, karena sudah banyak pemain yang pergi setelah menyelesaikan pendidikan. Ini memang masalah bagi Satya Wacana sejak dulu. Sehingga sulit untuk membuat tim yang kuat dengan komposisi yang sama dengan kurun waktu yang lama. Bila ada pemain berbakat yang baru masuk, ternyata yang lama sudah keluar.

Tapi justru kesulitan tersebut yang membuat Coach Meldi memikirkan strategi yang jitu. Salah satunya yaitu rajin mencari pemain-pemain berbakat berusia muda untuk dibina di tim tersebut. Meski tidak pernah berada di papan atas, Satya Wacana adalah tim yang paling baik dalam hal regenerasi pemain. 

Contohnya, ketika Rerpati Ragil Pamungkas pergi, ada Andre Adrianno yang menggantikannya. Saat Firman Dwi Nugroho lepas, Satya Wacana punya Henry Lakar, Bryan Elang, dan banyak lagi pemain tinggi lainnya. Bahkan ketika Cassiopeia Manuputty dibekap cedera, ada Anthony Erga, pemain muda dari Bangka Belitung yang mungkin akan menyusul sukses Abraham Damar Grahita di basket Indonesia. 

Di tengah kesulitan itu, Coach Meldi justru semakin kuat. Ketajamannya melihat bakat pemain muda sudah tak perlu diragukan lagi. Semoga saja dari Satya Wacana nanti muncul bakat-bakat yang bisa memperkuat timnas Indonesia. (*)