Defensive Player of the Year: Penjaga Pertahanan Terbaik di Liga


May 11, 2021

Kalau di NBA, penghargaan Defensive Player of the Year diberikan sejak musim 1982-1983. Penghargaan ini diberikan kepada pemain yang bisa membuat timnya menampilkan pertahanan terbaik. Biasanya pemain yang mendapatkan penghargaan ini merupakan pemain bigman. Tetapi seiring berjalan waktu, dan berkembangnya permainan basket, maka tidak hanya bigman saja yang berpeluang mendapatkan gelar tersebut. 

Secara tradisional, pemain dengan rebound dan block terbanyak, bisa berpeluang mendapatkan gelar ini. Namun kriteria tersebut terlalu dangkal untuk dijadikan penilaian dengan basket moderen. Kriteria utamanya sekarang yakni pemain yang bisa menurunkan serangan lawan, atau ketika dia bermain, lawan jadi kesulitan menyerang. Dari situ maka pemain dengan posisi forward dan guard masih bisa berpeluang mendapatkan gelar ini. 

Pada IBL Pertamax 2021, liga membuat sebuah kebijakan yang menarik. Nomine penghargaan setiap kategori sekarang diberikan untuk lima pemain. Kebijakan tersebut membuat semakin banyak pemain yang bisa berpeluang meraih gelar ini.

Untuk tahun ini, lima nama yang jadi nomine Defensive Player of the Year yakni Jamarr Andre Johnson dari Louvre Dewa United yang bisa mencetak 9,6 Defensieve Rebound Per Game, 1,5 Block Per Game, dan 1,5 Steal Per Game. Jamarr bisa menurunkan serangan lawan ketika dirinya berada di garis pertahanan Louvre. Namun yang terpenting, ketika Jamarr bermain, precentage serangan lawan menurun.

Kemudian dua pemain asal Bali United Basketball, yakni Surliyadin (6,9 DRPG, 0,3 BPG, dan 1,8 SPG) dan Ponsianus Nyoman Indrawan (5,1 DRPG, 1,1 BPG, dan 1,5 SPG). Keduanya memang fokus pada pertahanan Bali United musim ini. Surliyadin bisa beroperasi di hampir semua sisi lapangan. Sedangkan Komink siap menjaga paint area Bali United dari serangan bigman lawan. Kombinasi keduanya sebenarnya sangat bagus. Sayangnya gagal membuat Bali United ke Playoffs, karena kurang beruntung saja. 

Indra Muhammad dari Bank BPD Bima Perkasa mampu mencetak statistik 4,9 DRPG, 0,3 BPG, da 1,9 SPG. Dia menjadi pemain ketiga, sekaligus pemain yang bisa masuk nominasi di kategori ini dua musim beruntun. Hebatnya lagi, Indra adalah peraih gelar Defensive Player of the Year tahun lalu. Di bawah asuhan headcoach David Singleton, Indra bisa menunjukkan permainan bertahan yang sangat bagus. 

Lalu yang terakhir ada M. Sandy Ibrahim Aziz dari Satria Muda Pertamina Jakarta (3,3 DRPG, 0,6 BPG, dan 1,1 SPG). Kali ini Sandy punya tugas berat. Selain menjadi pemain bertahan, dia fokus pada tembakan jarak jauh. Kehadiran Sandy menjadikan Satria Muda tidak mudah ditembus, khususnya di sisi sayap. Sandy jadi momok menakutkan bagi para shooter lawan. Jangan harap bisa menembak dengan mudah bila ada Sandy yang menjaganya.

Kira-kira siapa yang bakal terpilih. Nantinya ada juri yang akan menentukan peraih penghargaan ini. Jurinya dari pelatih, asisten pelatih dan tiga media dan analis basket di Indonesia. (*)