Catatan IBL di Musim 2022 (1/2)


Sep 24, 2022

Tetap konsisten menyelenggarakan kompetisi di tengah pandemi Covid-19, menjadi tantangan berat bagi IBL. Tapi lebih berat lagi mengembalikan semuanya setelah pandemi reda. Ini jadi pekerjaan rumah yang berat bagi liga dan seluruh staf penyelenggara. Namun pada akhirnya, IBL Tokopedia 2022 benar-benar berjalan sesuai rencana. Lebih menggembirakan lagi, IBL berhasil bounce back dari musim lalu. 

Catatan keberhasilan IBL musim 2022 ini dimulai dari tingkat keikutsertaan klub. Pada musim 2017 dan 2017-18, IBL diikuti oleh 11 peserta. Kemudian di tahun 2018-19, merupakan jumlah peserta terendah dalam enam musim terakhir, dengan 10 tim. Tetapi jumlah tersebut meningkat menjadi 12 klub di musim 2021, dan naik hingga 16 tim di musim 2022. 

Masuknya peserta baru ini, membuktikan bahwa IBL semakin diminati klub-klub basket di Indonesia. Baik yang sudah ada sejak dulu, hingga tim yang baru berkembang. 16 tim peserta yang ikut menjadi rekor jumlah kontestan liga profesional Indonesia setidaknya dalam dekade terakhir. Kota penyelenggaraan juga semakin luas, tidak hanya terpusat di pulau Jawa. Ada pula wakil dari Bali, Papua, dan Kalimantan. 

Penambahan jumlah peserta yang signifikan pada musim 2022, punya efek domino terhadap beberapa aspek. Hal yang paling mencolok tentunya jumlah pertandingan. Dari 111 pertandingan di musim 2021 meningkat jadi 193 pertandingan di musim 2022. Satu klub, di musim reguler juga harus bertanding 22 kali. Jumlah ini meningkat cukup signifikan, karena pada musim sebelumnya (2021) hanya 15 sampai 16 pertandingan saja. 

Meningkatnya jumlah pertandingan juga membuat penonton siaran langsung lebih banyak lagi. Dari 4,6 juta penonton di tahun 2021, meningkat jadi 7,2 juta penonton di tahun 2022. Semua data ini didapat dari saluran siaran langsung pertandingan IBL yakni vidio.com, dan O Channel. IBL juga harus mengikuti perkembangan dunia penyiaran digital. Ke depan, ini perlu ditingkatkan lagi agar semakin banyak media yang turut serta membangun basket Indonesia. 

Kali ini ada juga faktor yang bisa dikatakan bounce back, yaitu jumlah penonton yang datang untuk menyaksikan pertandingan secara langsung. Pada tahun 2020, IBL terpaksa terhenti di tengah jalan karena pandemi. Saat itu, jumlah penonton liga mencapai 48 ribu orang. Tiba-tiba jumlah tersebut menjadi nol saat liga musim 2021 digulirkan. Karena kita semua tahu bahwa tidak boleh menyelenggarakan pertandingan dengan penonton. 

Tapi di musim 2022 ini, IBL bounce back, dengan mengikuti seluruh prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah. Yakni mengisi bangku penonton 25% untuk reguler season, dan 75 hingga 100% saat playoffs. Liga mencatat ada sekitar 46,6 ribu penonton yang hadir selama penyelenggaraan musim 2022. Kalau dilihat dari persentase penonton di lapangan, maka bisa dipastikan kalau jumlah penonton bisa lebih banyak lagi musim depan. Bayangkan saja, dengan 25% kasitas arena, IBL sudah bisa mengumpulkan 46,6 ribu. Apalagi kalau pemerintah musim depan sudah membuka seluas-luasnya untuk penonton bisa menyaksikan pertandingan olahraga. Tentu jumlah penonton IBL bisa lebih banyak lagi.

Selain itu, IBL juga mencoba menghadirkan sesuatu yang baru, dan bisa dikatakan berhasil, yakni tiket pertandingan. Biasanya tiket pertandingan di jual per hari, atau yang lazim disebut Game Day Tickets. IBL mengubahnya menjadi Single Game Tickets. Ini memberikan kesempatan kepada penonton untuk lebih fokus menyaksikan pertandingan yang mereka inginkan. Selain itu, ini juga menjadi upaya liga untuk membangun fanatisme klub. Loyalty inilah yang sedang dibangun oleh IBL, sehingga setiap klub akan punya pendukung setia. 

Keberhasilan IBL ini juga tidak lepas dari peningkatan kualitas pertandingan. Penonton akan datang ke arena kalau pertandingan yang disajikan seru dan menegangkan.Inilah tantangan IBL yang di jawab dengan memasukan pemain asing.

Banyak hal yang bisa dibanggakan dari peningkatan liga di musim 2022. Tetapi IBL tidak boleh cepat puas. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. IBL terus berbenah, sembari menyiapkan liga untuk musim 2023. Tentunya, catatan-catatan di atas akan ditingkatkan lagi.