Bedah Kekuatan Satria Muda Pertamina Jakarta dan Pelita Jaya Bakrie Jakarta


Mar 23, 2021

Bicara soal  membedah kekuatan tim. Satria Muda sekarang sudah mengumpulkan enam kemenangan dari delapan pertandingan. Meski bukan hasil yang bagus, namun konsistensi SM sejak seri satu hingga sekarang tidak diragukan lagi. Kekuatan mereka masih bertumpu pada Arki Dikania Wisnu, Hardianus, dan Laurentius Steven Oei yang sudah kembali bergabung setelah mengikuti program timnas Indonesia. Sementara dari tim yang sudah ada, tampaknya Milos Pejic sebagai pelatih masih percaya kepada M. Sandy Ibrahim Aziz dan Juan Laurent Kokodiputra. 

Kedalaman tim SM juga tidak diragukan lagi, di situ ada nama Kevin Yonas, Rizal Falconi, Christian Gunawan, serta Rookie of the Year IBL 2020, Rivaldo Tandra Pangesthio. Dengan kekuatan ini, SM siap menahan gempuran PJ. 

Dari tim SM, Arki Dikania Wisnu saat ini menempati urutan kelima dalam top point IBL 2021 dengan average 15,0 PPG. Dia juga menempati peringkat kedua di top rebound dengan 9,1 RPG. Dengan fakta ini maka bisa disimpulkan bahwa Arki akan jadi poros serangan tim SM saat berhadapan dengan PJ.

Menengok kekuatan PJ tahun ini terbilang menakutkan. Banyak pemain baru yang mengisi roster, seperti M. Hardian Wicaksono, Agassi Goantara, dan Vincent Kosasih yang langsung masuk starting line-up hasil ramuan headcoach Octaviarro Romely Tamtelahitu. Mereka memang memiliki masalah dengan kesehatan pemain sebelum liga dimulai. Tapi sejak memasuki IBL Camp di Robinson Cisarua Resorts, Bogor, PJ langsung tancap gas. Mereka selalu menang dalam empat pertandingan terakhir. Mereka juga selalu menang dengan margin double digit point.

Soal kedalaman roster, Pelita Jaya tidak punya celah. Mereka terbilang lengkap. Dari sisi bigman ada Valentino Wuwungan dan Alkristian Candra. Kemudian di posisi guard masih ada Gabriel Batistuta, Respati Ragil Pamungkas, hingga Reggie Mononimbar. Tentunya tak lupa ada Govinda Julian Saputra yang sempat terpilih sebagai skuad timnas Indonesia. 

Dari nama-nama tersebut, ada dua pemain yang paling menonjol. Pertama yang harus diwaspadai adalah pergerakan Andakara Prastawa Dhyasa. Sebab, dia menduduki peringkat kedua top steal dengan average 2,5 steal per game. Jadi keberadaan Prastawa sangat berbahaya bagi strategi serangan SM. Bisa saja strategi yang dibuat putus di tengah jalan karena bolanya di-steal Prastawa. Sementara di paint area, mereka punya Vincent Kosasih yang sekarang ada di peringkat dua untuk top block. Vincent mencetak average 1,5 block per game. Sepertinya pertahanan Pelita Jaya bakal sulit ditembus. 

Dari data statistik PJ dan SM musim ini sama kuat. Angka-angka persentasi yang menunjukkan betapa kedua tim punya kekuatan yang sama. Dari field goals precentage, PJ dan SM sama-sama mencetak 41%. Sementara dari 2PTS%, kedua tim juga sama kuat dengan 49%. Tetapi ada perbedaan dari sisi tembakan three point. PJ lebih unggul dengan 26% 3PTS, sedangkan SM ada di kisaran 21%. 

Saat mereka mendapatkan pelanggaran, PJ lebih berbahaya ketimbang SM. PJ mencetak 68% dari free throw, sebaliknya SM di angka 60%. Kemudian dari agresifitas pertahanan, PJ bisa mencetak 3,5 block per game. Sedangkan SM hanya 2,8 block per game.

IBL Fans tidak boleh ketinggalan Big Match malam ini. Sebab, pertemuan kedua tim hanya berlangsung sekali di musim reguler. Kecuali bila kedua tim bisa berjumpa lagi di babak playoff. Namun sebelum itu, menarik untuk disaksikan, siapa yang akan jadi pemenang di laga sarat gengsi ini.