Rookie of The Year : Mereka yang Cemerlang Pada Tahun Pertama


May 11, 2021

Tak mudah beradaptasi pada tahun pertama bermain di liga professional sekelas Indonesian Basketball League. Namun, lima kandidat Rookie of The Year IBL Pertamax 2021 Award ini seperti tak menemukan masalah, mereka tampil cemerlang membela klub masing-masing pada fase pertama IBL Pertamax 2021 di Robinson Cisarua Resort, 10 Maret-10 April lalu.

Lima kandidat tersebut adalah Samuel Devin Susanto (Bima Perkasa Jogja), Patrick Nikolas (West Bandits Solo), Joseph Desmet (Bali United Basketball), Rio DIsi (West Bandits Solo) dan Rico Aditya (Bali United Basketball).

Di tengah badai cedera yang mendera Bima Perkasa, Samuel berperan cukup penting. Statistik menunjukkan kontribusinya  9,88 poin per gim, 1,44 assist per gim dan 3,63 rebound per gim. Peran Samuel juga makin dibutuhkan ketika Bima Perkasa juga harus kehilangan R. Azzaryan Pradithya yang mengalami cedera. “Samuel telah menjadi bagian penting dari tim ini. Saya harap dia bisa terus berkembang,” kata David Singleton, pelatih Bima Perkasa Jogja.

Samuel akan bersaing dengan empat pemain lain yang berasal dari dua klub. West Bandits Solo menampilkan dua rookienya, Patrick Nikolas dan Rio Disi, sementara dua rookie lainnya berasal dari Bali United Basketball, Joseph Desmet dan Rico Aditya.

Patrick dan Rio diberi kepercayaan cukup besar oleh pelatih West Bandits Solo, Raoul Miguel Hadinoto. Patrick, yang pernah memperkuat Indonesia U-18 pada tahun 2018, mencatat 6,44 poin per gim, 0,69 assist per gim dan 6,63 rebound per gim, sementara Rio menyelesaikan fase ertama dengan 6,25 pon per gim, 1,88 assist per gim dan 1,75 rebound per gim.

”Yang terpenting saya harus bisa mengikuti apa yang pelatih mau. Ikutin game plan dan membantu rekan setim,” kata Rio. “Saya berusaha menjalankan tugas dari pelatih sebaik mungkin, terutama dalam defense dan rebound,” kata Patrick.

Joseph dan Rico juga membayar kepercayaan pelatih Bali United , Alex Stefanosky dengan kontribusi signifikan. Joseph membukukan 6,38 poin per gim, 2,63 assist per gim dan dua rebound per gim, sementara Rico membuat 6,69 poin per gim, 0,94 assist per gim dan 5,63 rebound per gim.

“Pelatih dan rekan-rekan setim memberikan dukungan besar kepada saya,” kata Joseph. Hal senada diungkapkan Rico yang pernah menjadi top rebound pada Liga Mahasiswa.

Lima pemain muda yang cemerlang pada tahun pertama mereka di IBL ini akan bersaing memperebutkan penghargaan Rookie of The Year. Pemenangnya akan ditentukan hasil penilaian 27 voters yang terdiri dari pelatih dan asisten pelatih klub-klub IBL dan tiga media analis basket, Basketballstatistic, MainBasket dan Ridwan Ongkowidagdo.