Rookie of The year 2014-2015 : Kristian Liem, Rookie Terbaik Yang Hampir Terlupakan


Jun 16, 2020

Di awal musim kompetisi 2014-2015, atau tepatnya pada turnamen pra-musim, Aspac Jakarta membawa pemain yang diyakini berpotensi menjadi pemain besar di kemudian hari. Itulah Kristianto Halim atau lebih dikenal dengan nama Kristian Liem. Saat itu usianya baru 20 tahun, namun tingginya menjulang 201 cm. Di musim tersebut, Liem juga terpilih sebagai rookie terbaik.

Kristian Liem memanaskan bursa transfer awal musim 2014-2015. Sebab banyak tim NBL Indonesia yang mengincarnya. Sebab Liem sendiri pernah membela timnas basket Indonesia U18 pada SEABA Championship 2012 dan FIBA Asia U-18 Championship 2012. Jadi kemampuannya sudah bukan rahasia lagi. Sementara itu, pemain asal Madiun itu juga sudah akrab dengan liga mahasiswa yang membesarkan namanya.

Saat itu, mahasiswa UPH tersebut langsung mencuri perhatian. Sebab, dirinya memutuskan untuk bergabung dengan Aspac Jakarta. Tim yang sebelumnya mencetak back-to-back champions (2012-2013 dan 2013-2014). Tak heran bila bergabungnya Liem membuat keyakinan fans Aspac saat itu, bahwa tim kesayangannya bisa mencetak three-peat. 

Turnamen pra-musim jadi panggung bagi Liem. Dirinya mencetaka 41 points dan 42 rebounds dalam enam laga. Sementara itu, di musim reguler, penampilan Liem semakin gemilang. Ia tampil 31 pertandingan dari total 33 laga reguler season. Liem bisa mencetak 4,4 PPG dan 4,5 RPG. Liem menjadi pelapis yang sempurna untuk Ferdinand Damanik, center Aspac saat itu. Pantas bila dirinya terpilih sebagai Rookie of The Year NBL Indonesia 2014-2015. Liem berhasil menyingkirkan beberapa pesaingnya waktu itu, yakni Suhandy (Hangtuah), Indra Muhammad dan M. Nur Aziz Wardana (Pacific Caesar Surabaya).

Justru predikat pemain masa depan tidak bisa diwujudkan. Penampilan Liem makin menurun setiap musimnya. Hingga akhirnya, kontrak Liem dengan Aspac berakhir pada 1 September 2018. Liem saat itu dalam kondisi cedera. Pemain yang kini berusia 24 tahun tersebut terkena cedera Achilles saat bermain di turnamen ulang tahun Pacific Caesar, bulan Juli 2018. 

Meski dalam tahap pemulihan cedera, Liem ternyata mendapatkan tawaran yang bagus. Satria Muda mau merekrutnya, meski tidak bisa memakai jasa Liem dalam waktu dekat. Ironisnya, hingga musim 2018-2019 berakhir Liem belum menunjukkan perkembangan berarti. Malah, kondisi tersebut berlanjut hingga IBL 2020. 

Liem seakan tenggelam oleh munculnya bintang-bintang baru. Liem harus mampu kembali ke performa awal, bila dirinya ingin berprestasi kembali. Setidaknya, dirinya bisa mendapatkan menit bermain yang cukup di timnya. (*)

 

 

Credit photo : Hari Purwanto