Rama Berteguh Hati Undur Diri


Mar 28, 2019

Fandi Andika Ramadhani sudah memutuskan pensiun. Sudah bulat tekadnya untuk berhenti sebagai pemain Stapac. Sebenarnya sudah sejak musim ini saya berniat mundur, tetapi boss dan pelatih meminta saya untuk bermain lagi satu musim. Sekarang sudah bulat hati untuk undur diri dan fokus pada pekerjaan dan keluarga, kata Rama, sapaannya.

Rama mengutarakan kesulitan untuk penuh bergabung dengan latihan Stapac, tak disangka pelatih Giedrius Zibenas memberikan dispensasi padanya untuk tidak sepenuhnya mengikuti jadwal latihan bersama teman-teman karena kesibukan pekerjaannya.

Saya juga sampaikan kepada teman-teman satu tim soal kesibukan saya dan mereka memaklumi. Kata mereka kalau pelatih mengijinkan, mereka pun tak ada alasan untuk keberatan,?, katanya.

Rama bahagia di akhir kariernya berhasil menjadi juara IBL Pertamax 2018-2019 bersama Stapac. Gelar ketiga bagi dia dan Stapac, klub professional satu-satunya tempat dia bergabung. Saya pernah dipinjamkan ke IM tahun 2007, hanya semusim tetapi status saya tetap pemain Aspac, kenangnya.

Bersama Stapac, Rama tiga kali merebut gelar juara nasional. Gelar pertama pada tahun 2013 bahkan disertai dengan prestasi cemerlang sebagai MVP Finals. Di tahun tersebut Rama juga menyabet gelar MVP All Star. Gelar juara kedua diraih setahun berikutnya.

Boss Stapac, Irawan Haryono sebenarnya masih meminta Rama untuk bermain musim depan. Tetapi saya bersikukuh pensiun. Mau konsentrasi pada pekerjaan, katanya. Rama sedang belajar bisnis keluarga pada mertuanya.

Rama sadar bakal berat meninggalkan klub yang sudah hampir 14 tahun dibelanya. Memang berat, tetapi saya harus membuat keputusan untuk fokus pada pekerjaan dan keluarga, tuturnya.

Selamat dan semoga sukses menempuh kehidupan di luar lapangan, Rama