Nuke dan Indra Mantabkan Strategi Small-Ball Bima Perkasa


May 24, 2021

Duet klasik Nuke Tri Saputra dan Indra Muhammad memberi kejutan di Playoffs IBL Pertamax 2021. Sebagai IBL Fans, kita tahu bahwa Nuke dan Indra pernah jadi andalan Pacific Caesar Surabaya sekitar dua musim lalu. Entah disadari atau tidak, David Singleton sebagai pelatih pasti melihat chemistry yang terbangun antara kedua pemainnya tersebut. Hasilnya, saat keduanya bergabung, maka strategi small-ball milik Bima Perkasa makin sempurna. 

Bima Perkasa menghadapi situasi sulit jelang Playoffs ini. Azzarryan Pradhitya belum bisa diandalkan 100% setelah tangannya mengalami cedera di akhir regular season. Kemudian, M. Isman Thoyib juga tidak bisa bergabung karena tugasnya sebagai ASN. 

Nuke datang dengan membawa harapan baru bagi tim yang kini disponsori oleh KAI tersebut. Kehadiran Nuke punya dua manfaat bagi Bima Perkasa. Pertama, menggantikan peran Adit sebagai pendulang poin. Adit memang jadi starter, tapi tidak dibebani tugas untuk mencetak poin. Meski begitu dia masih bisa menyumbang sembilan angka. Sementara tugasnya digantikan Nuke.

Manfaat kedua, ketika Nuke ada di lini kedua tim, maka terjadi keseimbangan antara starter dan bench. Oleh karena itu, permainan Bima Perkasa sama sekali tidak menurun, ketika David Singleton melakukan rotasi. Bonusnya adalah, ketika Nuke dan Indra dimainkan bersama, maka Bima Perkasa menemukan kesempurnaan untuk strategi small-ball. Hal ini diakui oleh David Singleton dalam wawancara ketika half-time.  

"Nuke membuat small man kami lebih kuat. Meski kami kehilangan Thoyib. Tapi kami memiliki peningkatan dari sisi yang lain," ungkap David.

Nuke dan Indra mengoleksi 48 poin dar total 79 poin Bima Perkasa melawan Louvre. Kalau Louvre gagal menghentikan mereka, maka Bima Perkasa akan melaju ke babak semifinal. (*)