Kobe Bryant Di Mata Daniel Timothy Wenas


Jan 27, 2020

Pada 26 Januari 2020 pukul 09.06 waktu Amerika Serikat, Kobe Bryant bersama putrinya Gianna (13 tahun), lalu ada John Altobelli dan keluarganya, juga ada empat orang lainnya berangkat dari bandara John Wayne di Orange County, California, mengendarai helikopter jenis Sikorsky S-76. Helikopter ini milik Bryant pribadi. Perjalanan ini ternyata jadi penerbangan terakhir untuk helikopter tersebut, sekaligus penumpangnya. Helikopter itu jatuh di Calabasas, California, tanpa satu pun penumpang yang selamat.

Kejadian ini mengguncang dunia. Khususnya publik basket dunia. Sebab, kini salah satu legenda basket dunia, Kobe Bryant telah tiada. Salah satu pemain basket yang ikut kaget mendengar berita ini adalah kapten tim Louvre Surabaya, Daniel Tomithy Wenas. Meski tak kenal secara langsung dengan Kobe Bryant, Daniel tak kuasa menahan kesedihan membaca berita tersebut.

"Dini hari, ada teman yang membagi kabar berita ini. Mungkin sampai sekarang rasanya masih sesak di dada saya. Karena yang pergi adalah idola saya sejak kecil, bahkan kepergiannya terasa sangat menyedihkan karena anaknya juga ikut dalam insiden tersebut. Mungkin saya tidak kenal, dan tidak pernah bertemu secara langsung. Tetapi ini benar-benar peristiwa yang menyedihkan, khususnya bagi anak basket," ucap Daniel.

Daniel mengenang Kobe sebagai salah satu idola dalam dunia basket. Daniel adalah anak 90'an yang mulai mengenal basket di masa-masa pensiun Michael Jordan, dan dilanjutkan dengan era keemasan Kobe Bryant. Daniel merasa bahwa Kobe bukan hanya sekadar idola dalam permainan, bahkan dalam hal perlengkapan basket, khususnya sepatu edisi khas Kobe Bryant.

"Saya main basket di usia 9 tahun. Dan, sosok yang saya lihat saat itu ya Kobe Bryant. Ditambah lagi, akhir-akhir ini, dia (Kobe) tengah hangat dibicarakan karena seringnya terlibat pembicaraan dengan LeBron James. Menarik untuk melihatnya. Tetapi kini, berita duka ini benar-benar membawa kesedihan bagi basket dunia," lanjut Daniel.

Tak lupa, Daniel berharap keluarga yang ditinggalkan tabah. Karena yang pergi bukan hanya Kobe Bryant, melainkan Gianna yang juga mulai merintis karier sebagai pemain basket.