Kencana Wukir, Dua Musim Terindah Pacific Caesar Surabaya


Aug 04, 2020

Menjelang musim 2017-2018, Pacific Caesar Surabaya mengganti pelatih kepala. Jabatan yang sebelumnya diemban oleh Bisih, kini disandang oleh Kencana Wukir. Justru dari sini Pacific Caesar menjadi tim yang ditakuti dalam dua musim di bawah kepemimpinan Coach Kiki, sapaan akrabnya.

Kiprahnya di liga profesional memang baru pertama kali. Tetapi Coach Kini cukup dikenal di basket Surabaya. Khususnya ketika memimpin tim basket sekolah di ajang DBL, hingga memimpin tim amatir di beberapa turnamen di Surabaya. 

Tetapi yang justru mengejutkan adalah perannya membawa Pacific Caesar tetap berada di playoff. Sebab, sebelumnya tim ini masuk playoff IBL 2016-2017 di bawah asuhan Bisih. Setelah rekor ini, Pacific semakin ditakuti di liga. Di situlah peran Kencana Wukir. Mereka bisa memenangkan 11 dari 17 pertandingan musim reguler. Performa itu yang membuat Coach Kiki mendapatkan gelar Coach of The Year IBL 2017-2018. 

Gambaran tim Pacific saat itu memang luar biasa. Di sisi pemain lokal, Pacific punya Nuke Tri Saputra (Most Improve Player of The Year IBL 2017-2018). Posisi Nuke sebagai point guard memberi ruang bagi David Seagers (Most Foreign Player of The Year IBL 2017-2018) untuk fokus pada serangan. Seagers saat itu sukses mencetak rekor 22,6 PPG selama musim reguler. 

Pengalaman menyakitkan mereka tinggalkan di musim berikutnya. Kali ini Coach Kiki ditinggalkan skuad terbaiknya. David Seagers dan Nuke Tri Saputra tak ada lagi dalam daftar tim. Tetapi Coach Kiki tak mau menyerah dengan keadaan seperti itu. Ia mencoba membangun tim baru dengan komposisi yang ada. Inilah kesempatan bagi M. Hardian Wicaksono, Indra Muhammad, dan Yerikho Tuasela menjadi tumpuan Pacific. Di sisi pemain asing, Pacific punya pemain senior Qa'rraan Aleem Calhoun. 

Pacific menang 7 dari 18 pertandingan di musim reguler. Menempatkan mereka di posisi ketiga klasemen, dan bertanding di playoff putaran pertama melawan Pelita Jaya. Inilah bukti kecerdikan Coach Kiki. Sebelum laga dimulai, terjadi permasalahan internal yang melibatkan Indra dan Yerikho. Akibatnya mereka tidak dibawa ke Batam.

Justru yang terjadi sebaliknya. Pacific sangat kuat di playoff dan menghempaskan Pelita Jaya, dua laga beruntun (2-0). di laga pertama Pacific menang 68-67, dan di pertandingan kedua, Pacific menang 67-66. Qa'rraan Calhoun menjadi pemain terbaik di dua laga tersebut. Faktanya, ini adalah prestasi terbaik Pacific selama IBL bergulir, bahkan sejak era NBL Indonesia (2010 hingga 2015). Meski pada akhirnya Pacific gugur di semifinal dari Stapac Jakarta yang menjadi juara musim itu.

Inilah dua musim termanis Pacific Caesar bersama Kencana Wukir. Meski sebentar, Coach Kiki berhasil membuat Pacific menjelma menjadi tim papan atas di liga basket kasta tertinggi tanah air. (*)