Kembalinya Stefan Carsera ke IBL


Dec 24, 2020

Stefan Carsera rasanya bukan nama yang asing untuk liga profesional Indonesia. Ia pernah tampil membela Aspac Jakarta dan Stadium Jakarta. Ia kini berseragam Louvre Surabaya.

Jelang NBL Indonesia musim 2012-2013, Stapac Jakarta saat itu Aspac Jakarta memasukkan rookie player, yaitu Andakara Prastawa Dhyaksa dan Stefan Carsera. Fafa hanya bertahan satu musim kompetisi bersama Aspac, lalu pindah ke Stadium untuk musim berikutnya. Setelah itu, ia menghilang dari basket profesional. 

Pemain yang akrab dipanggil Fafa tersebut sebenarnya pernah tampil di IBL GO-Jek Tournament di Solo tahun 2018 silam. Meski baru kembali ke liga profesional, penampilannya tidak mengecewakan. Dari empat pertadingan pramusim IBL tersebut, Fafa mencetak 9,7 PPG, 6,5 RPG dan 1,2 APG. 

Kemudian yang mengejutkan adalah dia diumumkan sebagai pemain Louvre Surabaya. Kebetulan, tim ini juga diasuh oleh Andika Supriadi Saputra, pelatih Hangtuah di musim hingga tahun 2019 lalu. 

"Saya sama Coach Bedu (sapaan akrab Andika), punya hubungan baik sejak sebelum main di Hangtuah sampai sekarang. Kami ngobrol dan akhirnya sepakat main di Louvre semusim aja," ungkapnya. 

Fafa melihat potensi yang besar di tim Louvre. Dia merasa bahwa Louvre punya ikatan yang kuat antara senior dan junior. Sementara di sisi pelatih, Coach Bedu juga bisa membuat mereka menyatu. Ini yang membuat kepercayaan diri pemain bertambah di setiap pertandingan yang dijalani.

"Bukan hanya saya saja, tapi semua anggota tim punya hubungan yang baik dengan Coach Bedu. Dia bisa menaikkan mental pemain muda," puji Fafa. 

Fafa akan memperkuat barisan pertahanan Louvre. Sebab, mereka baru saja kehilangan defender utama di tim, yaitu Galank Gunawan. Ini merupakan pekerjaan rumah yang tidak mudah bagi Louvre. Sebab, selain kehilangan palang pintu pertahanan penting, mereka juga ditinggalkan pencetak skor utama dari sisi pemain lokal yaitu Daniel Wenas. Ini akan sangat berat bagi Louvre. (*)