Pelita Jaya Basketball Jakarta membuktikan bahwa mereka tetap menjadi tim yang berbahaya, meski kehilangan gelar musim lalu. Pada IBL Tune Up Games 2025, melawan Tangerang Hawks Basketball, Jumat siang (19/12), Muhammad Arighi dan kolega memberikan bukti nyata. Mereka menang dengan skor 88-54, dan sekaligus membuat Hawks menyadari banyak hal dari kelemahan mereka.
Kelemahan Hawks yang berhasil dieksploitasi oleh Pelita Jaya adalah paint area. Pelita Jaya mencetak 52 points in the paint dengan akurasi tembakan jarak dekat sebesar 58,7%. Sementara di paint area sendiri, mereka memasukkan 26 dari total 41 percobaan, atau dengan persentase 63,4%.
Di sisi lain, Pelita Jaya unggul rebound dengan perbandingan 63-35 dari Hawks. Pelita Jaya juga berhasil mengamankan 16 offensive rebound, yang juga berperan dalam mencetak 23 poin dari second chance. Dari angka-angka ini saja sudah membuktikan bahwa Hawks punya pekerjaan rumah yang banyak khususnya di paint area.
Lemahnya pertahanan Hawks sendiri juga dibuktikan dengan tingginya tingkat keberhasilan Pelita Jaya dalam memanfaatkan peluang. Dari laga ini, diketahui bahwa Pelita Jaya memiliki points per possession sebesar 1,17. Meski faktanya Pelita Jaya melakukan 17 turnovers, yang sama sekali tidak berpengaruh pada tim asuhan David Singleton tersebut dalam mencetak poin.
Pelita Jaya memiliki empat pemain yang menyelesaikan laga dengan double digit points. Dipimpin oleh Amorie Anthony Archibald dengan 17 poin, lalu Anto Febrianto Boyratan, Jeffree Withey, dan Darious Moten yang sama-sama menyumbang 12 poin. Sementara itu, point guard Hawks, Yesaya Saudale, tampak tidak berkutik menghadapi mantan timnya. Dia hanya memasukkan tiga tembakan dari 10 attempt selama hampir 23 menit, dengan kontribusi tujuh poin. (*)
0 Comments