IBL Talks Sandy Ibrahim: Ingin Juara Dengan Hasil Keringat Sendiri


Aug 09, 2020

Penggawa Satria Muda Pertamina Jakarta, Sandy Ibrahim, termasuk dalam skuat kala klub yang bermarkas di Mahaka Arena itu menjuarai Indonesia Basketball League (IBL) 2017/2018. Namun, Sandy tak mau mengakui itu sebagai sebuah pencapaian.

Di musim itu, Sandy tidak bermain sama sekali. Pebasket berusia 24 tahun itu tak merasa berkontribusi.

Kini, pada IBL 2020, Sandy sudah menjadi pemain reguler. Targetnya hanya satu yakni merebut gelar juara dengan keringat sendiri.

“Target individu tidak saya kejar, saya inginnya juara bersama Satria Muda,” ujar Sandy pada sesi IBL Talks di Instagram.

Pada IBL 2020, Sandy mendapat kepercayaan lebih dari pelatih Milos Pejic. Ia memiliki rataan bermain 26,64 menit per gim.

Kepercayaan itu dibayar tuntas Sandy dengan permainan apik. Setiap kali diturunkan, Sandy menjadi andalan Satria Muda Pertamina Jakarta untuk mencetak tiga angka melalui tembakannya.

“Ada sedikit pengaruh dengan kehadiran coach Milos. Secara sistem permainan yang dia mau, saya lebih diuntungkan,” tutur Sandy.

Kepercayaan yang didapat Sandy tidak diraih dengan mudah. Pebasket asal Bandung itu berjuang keras di latihan demi bisa mencuri perhatian Milos.

Tak jarang, Sandy menambah porsi latihan. Ia percaya tak ada yang bisa dilakukan selain berlatih untuk meningkatkan kemampuan.

“Sampai saat ini, saya belum tahu cara lain mengembangkan diri selain berlatih lebih keras dari yang lain,” ujar Sandy.