IBL Talks Denny Sumargo: Main Basket Harus Menyenangkan


Aug 02, 2020

Mantan penggawa Aspac Jakarta, Denny Sumargo, kembali muncul sebagai pebasket sombong melalui channel Youtube miliknya.

Beberapa kali, Denny mengundang pebasket Indonesia Basketball League (IBL) untuk berduel. Denny kini dikenal sebagai aktor handal. Beberapa film pernah dibintangi pria asal Makassar tersebut.

Di dunia basket, karier Denny tak kalah mentereng. Sejumlah penghargaan pernah direbut Denny mulai dari individu hingga gelar juara bersama tim.

Di balik kesuksesannya sebagai pebasket, Denny memulai segala sesuatu dari nol. Bahkan, sepatu saja tidak dimiliki Denny saat mulai bermain.

“Bayangkan, dulu saya bermain basket memakai sepatu docmart. Sudah kaki lecet, hati pedih karena dibully,” ujar Denny saat sesi IBL Talks.

Meski memulai dengan pedih, Denny tak pernah lupa dengan niat awal bermain basket yakni bersenang-senang. Hal itu yang selalu ditanamkan dan ditularkannya ke orang lain.

Denny memutuskan gantung sepatu pada 2008. Ia kemudian fokus ke dunia peran.

Namun, Denny tak pernah melupakan basket. Lewat channel Youtubenya, Denny kini berkesempatan melihat perkembangan basket Indonesia lewat pemain yang diundang.

“Pasti ada perbedaan, keunggulan pemain sekarang itu fisik, power, dan sangat atletik. Sementara dulu, pemain unggul di visi dan smart play,” tutur Denny saat menjelaskan perbedaan pemain dahulu dan sekarang.

Secara perkembangan, Denny mengakui baik liga dan tim nasional semakin membaik dan ada di jalur yang tepat. Namun, sorotan masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah.

“JIka ditanya apakah kita membaik, secara apa dulu? Kalau berbicara timnas jelas, liganya semakin bagus.

Sekarang kita hanya punya akses digital, tidak seperti dahulu liga ada di televisi,” ujar Denny.

“Untuk itu, saya buat channel pebasket sombong agar basket bisa semakin dikenal.

Saya tidak mau ada mindset kalau mau main basket itu harus jago, sepatu mahal, atau kostum mewah. Intinya harus menyenangkan dahulu.”

Dalam tiga tahun ke depan, Indonesia dihadapkan dengan Piala Dunia Basket yang mampir di Tanah Air. Denny menilai, kesempatan itu tidak boleh dibuang percuma. Selain menyiapkan tim nasional yang baik, penyelenggaraan juga tidak boleh mengecewakan menurut Denny.

“Profesionalisme kita tidak boleh miss, mulai dari panitia, administrasi, hingga transportasi harus terbaik. Banyak mata dunia akan tertuju ke Indonesia, kita harus memanfaatkan itu,” ujar Denny.

Denny turut menyampaikan pesan kepada pebasket muda Indonesia agar tidak mudah menyerah. Setidaknya, ada tiga hal yang harus dipoles mereka

“Berlatih sebaik mungkin, tambah latihan, fokus, team play is the key, defense win championship, jangan takut tembak di depan mereka,” tutur Denny.