Ibl Legends: Wellyanson Situmorang Belajar dari Charles Barkley


Jun 21, 2020

Wellyanson Situmorang adalah  power forward tangguh ketika memperkuat Satria Muda di tahun 2000-2012. Postur Wellyanson tak terlalu tinggi untuk posisi tersebut, tingginya hanya 188 cm tetapi dia mampu bersaing dengan big man lain.

"Saya belajar dari melihat permainan Charles Barkley. Butuh power lebih untuk bersaing dengan pemain pemain lebih tinggi," kata Wellyanson.

Wellyanson, pria kelahiran Pematang Siantar 19 Juli 1982, direkrut Satria Muda setelah sukses menjadi juara Libama bersama tim Perbanas. Bersama Satria Muda dia sukses menjadi juara nasional 2004, 2006, 2007, 2008, 2009, 2011 dan 2012. "Saya gembira bisa mengakhiri karir di Satria Muda dengan gelar juara," tuturnya. Wellyanson juga ikut membawa Satria Muda menjadi juara antarklub SEABA pada tahun 2008.

Jersey Wellyanson pun digantung di markas Satria Muda, Mahaka Square Arena Kelapa Gading Jakarta Utara.

Dia pun menjadi salah satu andalan tim nasional ketika meraih medali perak SEA Games 2007 di Nakhon Ratchasima Thailand dan perunggu SEA Games 2011 di Jakarta. "Tahun tahun tersebut saya juga ikut Kejuaraan FIBA Asia. Tahun 2007 di Jepang dan 2011 di Cina, " kenangnya. 

Welly memutuskan pensiun menjelang usia 30 tahun. "Sebenarnya ada dua klub besar di luar Satria Muda menawari saya untuk bergabung, namun hati saya sudah mantap untuk pensiun," tuturnya. 

"Pertama saya bekerja di perusahaan Pak Handy Soetedjo, setahun kemudian pindah ke perusahaan migas Vico Indonesia selama 2,5 tahun baru hijrah ke BUMN Antam sampai sekarang," ceritanya.  Antam pun dibawanya menjadi juara Porseni BUMN 2018.

"Sekarang saya paling hanya bermain basket seminggu dua kali bersama teman teman kantor, " aku Wellyanson.

Wellyanson memang sudah pensiun, namun seorang legenda akan tetap dikenang. Welly memberi inspirasi, kerja keras dan menemukan potensi diri bisa menutupi kekurangan dari sisi tinggi badan.

 

 

Credit foto dokumentasi :Satria Muda Pertamina