IBL Legends: Rendy Yuwono Setia Pada Halim Kediri


Dec 08, 2019

Halim Kediri kerap menciptakan legenda. Salah satunya adalah Lie Gwan Ming yang kini karib dengan nama Rendy Yuwono. Sejak tahun 1982 dia bergabung dengan Halim hingga pensiun sebagai pemain pada tahun 1995.

Tak lagi bermain, Rendy tetap setia berada di Halim. Dia beralih peran sebagai pelatih. Beberapa nama andal pernah dipolesnya seperti Agung Sunarko, Pek King Dhay, Amin Prihantono atau Wendha Wijaya serta sejumlah nama lain. 

"Halim masih terus melakukan pembinaan di tingkat kelompok umur," jelasnya ketika dihubungi Minggu 8 Desember. 

Kiprah Rendy di tim nasional sudah dimulai sejak belia. Dia terpilih masuk timnas junior untuk Kejuaraan Asia 1984 di Korea Selatan.

Setahun kemudian, Rendy sudah bergabung dengan tim nasional senior. Dia ikut berlaga dalam SEA Games 1985, 1987, dan 1989. Kemudian pada tahun 1993, kembali membela tim nasional untuk Kejuaraan Asia Senior bersama barisan pemain muda seperti AF Rinaldo, Ali Budimansyah,  Muhammad Rifky dan Ronald Median.

"Di tahun 1987 dan 1989, adik saya Lie Gwan Chin juga bermain untuk timnas. Tahun 1991 dia bermain di SEA Games Manila,  saya tidak," kenangnya.

Rendy memang berasal dari keluarga basket. Ayahnya, Lie Thay Poo adalah mantan pemain dan pelatih basket.  Bahkan anak Rendy, Ricky Yuwono kini juga menjadi pelatih di Yuwono Basketball Academy. "Mumpung saya masih kuat dan bisa transfer ilmu melatih kepada anak," ucap Rendy. 

Rendy menilai bolabasket Indonesia menunjukkan kemajuan.  "Ini juga pengaruh dari kompetisi IBL yang berdampak positif," ujarnya.

 

ket photo * Rendy yuwono kedua dari kiri depan