IBL LEGENDS : Pek King Sing Dari Halim Kembali ke Halim


Feb 15, 2020

Pertama kali berlatih basket, Pek King Sing sudah mengawali di Halim Kediri, namun dua tahun kemudian dia pindah ke klub Merpati Kediri.

"Tahun 1976 saya berlatih di Halim, tetapi bukan dalam tim yang masuk training center Halim. Tahun 1978 saya diajak teman teman pindah ke Merpati," kata Pek King Sing yang juga memiliki nama Singgih Saady. 

Tahun 1980, dalam suatu turnamen di Nganjuk Jawa Timur,  boss Halim, Rahman Halim melihat penampilannya bersama Merpati, Rahman kontan menariknya kembali ke Halim.

"Waktu itu SMA, tinggi saya sudah 191 cm, terhitung tinggi di masa tersebut. Mungkin itu yang menarik minat beliau," kenangnya.

Dia pun mulai merintis jalan menjadi legenda bola basket Halim Kediri dan Indonesia.  Tahun 1983, Pek King Sing mulai memperkuat Halim di Kobatama. "Tahun 1985, saya ingat kami menjadi juara Kobatama di Tasikmalaya, " kenangnya.

Jalan menuju tim nasional pun terbuka. Tahun 1983 dia dipanggil membela Indonesia. Empat kali SEA Games dilakoninya selain turnamen internasional lainnya.  "Tahun 1990 saya pensiun," tuturnya.

Sampai kini, Pek King Sing masih aktif bermain basket. "Saya masih main di kelompok veteran,  jago kapuk. Tergantung klub veteran yang mengundang, " katanya.

Dia pernah bermain untuk Aplus, Aldino. "Maret nanti saya akan bermain bersama tim veteran Sahabat Semarang, " ujarnya.

Menilai bola basket Indonesia saat ini, sang legenda menyebut banyak kemajuan. "Banyak pemain bagus. Permainannya makin cepat, speed and power," paparnya.

"Kompetisi IBL pun saya lihat semakin profesional," tambahnya. Dia juga gembira Kediri akan menjadi penyelenggara seri kelima 28 Februari-1  Maret.

"Jika ada waktu saya pasti sempatkan menonton, " janjinya.

 

Ket photo : kedua dari kiri 

Credit photo : Dokumentasi pribadi