Ibl Legends: Faisal J. Ahmad Tak Gentar dengan Intimidasi


Aug 02, 2020

Sejak lulus SMA, Faisal J. Ahmad sudah bergelut dengan dunia bola basket profesional. Diawali berkiprah di Kobatama bersama Citra Satria Pelita di tahun 1999.

"Awalnya nervous juga. Baru lulus SMA sudah bertanding di kompetisi level tertinggi Indonesia," kenang Faisal. Semangat memperbaiki diri dan tak mau kalah menjadi modal besar bagi Faisal.

Ada satu cerita dia berselisih dengan lawan lebih senior di lapangan. Faisal tak ciut nyali, dia bahkan melakukan gerakan berjoget ketika sukses melesakkan free throw, namun setelah free throw dia ditarik keluar pelatih CSP saat itu, Iman Sulaiman dan dihukum push up dibalik bangku cadangan. Pelajaran berharga bagi dirinya.

"Saya ingat momen itu, pas masih bocah baru 19 tahun," kenangnya. "Saya diintimidasi, saya lawan aja. Habis free throw saya joget, mungkin dinilai mengejek, saya kena hukuman dari pelatih," ujarnya tersenyum.

Tiga tahun bersama CSP, tahun 2002 pada turnamen Kobatama, Faisal membela Kalila, namun saat kompetisi bergulir dia direkrut Satria Muda.

Karier bola basket meroket bersama Satria Muda. Tujuh cincin juara berhasil diraihnya serta sekali menjadi juara SEABA 2008.

Dia pun menjadi bagian dari sukses tim nasional Indonesia merebut gelar juara Turnamen Sister City 2005 dan 2007 serta meraih medali perak SEA Games 2007 di Nakhon Ratchasima Thailand dan medali perunggu SEA Games 2011 di Jakarta.

12 tahun bersama Satria Muda, Faisal kemudian hijrah ke Pelita Jaya. Tiga tahun bersama Pelita Jaya satu cincin juara IBL berhasil diraihnya.

Deretan gelar juara menunjukkan prestasi cemerlang yang diraihnya selama karier panjang di dunia bola basket.

Mundur sebagai pemain, Faisal sempat berada dalam jajaran staf kepelatihan Pelita Jaya sebelum akhirnya memutuskan bekerja di sebuah maskapai penerbangan nasional.

Namun, dia tak pernah bisa jauh dari bola basket. Faisal ikut melatih di Fictor Roring Basketball Academy.  "Saya melatih anak-anak . Seru dan menyenangkan mengajari mereka," ujarnya.

Faisal menilai para pemain bola basket sekarang memiliki skill bagus. " Mereka bisa langsung belajar dari media sosial yang pada jama dulu masih susah. Skill individu mereka bagus bagus," akunya.

 

 

 

Credit poto : Hari Purwanto