IBL LEGEND : Thomas Teddy Kurniadi Setia pada Panasia, Sukses di Los Angeles


Nov 03, 2019

Masih ingat Thomas Teddy Kurniadi? Point guard flamboyan yang kerap menawan dengan dunk-dunk di lapangan. Tak salah kalau dia disebut sebagai salah satu legenda bolabasket Indonesia, terutama bagi pecinta bolabasket Kota Bandung. Dia selalu setia membela tim asal Kota Kembang tersebut.

“Saya mulai masuk bola basket profesional di klub Hadtex Bandung tahun 1994 dan menjadi juara Kobatama 1994. Hadtex berubah nama menjadi Panasia Indosyntec dan saya terus bersama klub tersebut hingga tahun 1998,” ceritanya saat dihubungi di Los Angeles USA, tempat tinggalnya kini.

Tahun 1996, Thomas Teddy studi ke Negeri Paman Sam, memperdalam soal film. Jika senggang dan libur ke Indonesia dia memperkuat Panasia. “Tahun 1998, Panasia mewakili Indonesia tampil pada Asian Champions Cup di Kuala Lumpur Malaysia. “Kami berada pada peringkat delapan,” kenangnya.

Thomas Teddy berkali-kali dipanggil memasuki pemusatan latihan tim nasional. Sayang, dia selalu gagal masuk dalam daftar 12 pemain inti. “ Saya dipanggil masuk pelatnas SEA Games 1995 dan pelatnas Asian Championship di Jakarta tahun 1996, tetapi hanya masuk dalam daftar 15 pemain,” ujarnya.

Sukses Thomas Teddy di lapangan bolabasket berlanjut pada kariernya di dunia perfilman saat ini. Dia telah mengantungi sejumlah penghargaan.  Diantaranya adalah Savannah College of Art and Design Morris Scheer Awards Master of Fine Arts (1997), Promax BDA Award (2001), Houston American  Advertising Award –Nickelodeon Promo dan Houston American Advertising Award-Houston Rockets (2001), hingga Emmy Award.

Di sela kesibukan dia masih menyempatakan diri bermain dan berkompetisi bola basket. “Saya masih bermain basket di Los Angeles, local pick up games. Saya juga masih rutin  berlatih dan latihan beban,” tegasnya.

Tak heran jika tubuh dan kondisi Thomas Teddy Kurniadi masih terjaga. Dia sudah membuktikan sukses di dalam lapangan, bisa diikuti sukses di luar lapangan

 

Photo by: Yansen