Ibl legend : Sony Hendrawan Teladan Di Dalam dan Luar Lapangan


Jan 11, 2020

Bola basket Indonesia pernah berjaya di Asia pada masa silam. Tim Merah Putih pernah berada di papan atas bola basket Asia. Salah satu legenda terbaiknya adalah Sony Hendrawan. Sony bahkan diakui sebagai salah satu pencetak angka terbanyak dan pemain terbaik Asia di tahun 1960-an.

Indonesia dibawanya menjad peringkat kedua Ganefo 1 1963 dan Ganefo 2 tahun 1966. “Filipina yang juara Asia kita kalahkan, saat itu di final dua Ganefo tersebut kita kalah dari Cina,” kenang Sony di GOR Sahabat Semarang, Jumat 10 Januari sebelum menerima penghargaan dari IBL bersama Ketua Umum Perbasi Danny Kosasih. Kedua tokoh berdedikasi pada bola basket Indonesia adalah putra Semarang. Nama Sony Hendrawan bahkan diabadikan untuk piala bagi pemain terbaik IBL.

“Sony Hendrawan adalah pemain terbaik, teladan baik di dalam maupun di luar lapangan,” kata Danny.

Era Sony Hendrawan, bola basket Indonesia memang gemilang. Tak hanya Filipina yang dikalahkan bahkan tim Australia pun pernah ditumbangkan saat Pra Olimpiade Mexico taun 1968. “Kami harus main cepat lawan Australia sebab postur mereka tinggi,” ujar Sony yang kini berusia 77 tahun.

Sony mengawali latihan basket di klub Sahabat Surabaya. “Saat itu saya bekerja di Surabaya selama lima tahun, setelah itu kembali ke Semarang bergabung dengan Sahabat Semarang,” tuturnya. Pada tahun 1969 bersama tim Jawa Timur, Sony merebut medali emas Pekan Olahraga Nasional 1969 di Surabya.

Kariernya membela tim nasional Indonesia juga cukup panjang. Satu dekade dia membela tim Merah Putih dari tahun 1963 hingga 1973. “Saya masih bermain bola basket hingga usia 72 tahun. Sekarang sudah tidak lagi,” katanya.

Terima kasih, Pak Sony atas dedikasi dan prestasi. Semoga menginspirasi pebola basket nasional saat ini untuk mengukir prestasi setinggi mungkin.