IBL Legend : Rony Gunawan Sempat Galau Saat Tinggalkan Surabaya


May 17, 2020

Rony Gunawan baru bermain basket ketika duduk di bangku SMA di Samarinda. Class meeting menjadi awal dia bertanding di olahraga ini. Rony kemudian bergabung dengan klub Abadi Samarinda. Bakat besar membuat dia terpilih mewakili Kota Samarinda dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah, kemudian berlanjut memperkuat Kalimantan Timur dalam Popwil. “Kami kalah lawan Kalsel,” kenang Rony.   Selepas SMA, Rony hijrah ke Surabaya untuk kuliah. Dia pun mendaftar ke klub CLS. “Saya memang yang ingin bergabung. CLS belum pernah tahu siapa anak Kaltim ini,” akunya. Saat PON 2000 di Surabaya pun, Rony masih membela Kalimantan Timur.   Tahun 1999, Rony bergabung dengan tim senior CLS di Kobatama. “Cadangan mati waktu itu. Baru dimainkan kalau sudah unggul atau tertinggal jauh, menit-menit akhir,” ceritanya.   Tahun 2001, dibawah pelatih Edy Santoso, Rony sudah menjadi pemain utama. Permainannya makin cemerlang dan membawa CLS menempati posisi papan atas. Talenta Rony menarik minat klub-klub lain dan membujuknya untuk bergabung, namun Rony masih memilih setia di CLS hingga tahun 2005.   “Sejak tahun 2003 sudah ada tawaran dari klub Aspac, Panasia dan Satria Muda, namun saya masih ingin bersama CLS. Baru tahun 2006 saya memutuskan bergabung dengan Satria Muda,” ujarnya. Tahun 2005 dia menjadi Most Valuable Player   “Saya bergabung dengan Satria Muda karena ingin meningkatkan level permainan dan juga berprestasi,” katanya. Satria Muda juga dipilih karena Rony melihat potensi tim ini dengan pasukan muda untuk meraih prestasi-prestasi. “Saat itu mereka juga sangat membutuhkan big man, jadi minute play saya akan banyak,” paparnya.   Rony sempat gamang meninggalkan Surabaya. Dia merasa sudah nyaman hidup di Kota Pahlawan.   “Saya membayangkan kota Jakarta sangat besar dan hectic, apa saya bisa kerasan? Meninggalkan Surabaya, saya seperti meninggalkan zona nyaman,” tutur ayah dari Kyla Dominique dan Ezekiel Gunawan, buah hati Rony bersama sang istri, Priscilla Woen.   Pengorbanan Rony meninggalkan zona nyaman berbuah manis. Bersama Satria Muda dia meraih gelar juara IBL 2006, 2007, 2008 dan 2009. Ketika kompetisi berganti nama menjadi NBL, Rony juga meraih gelar juara bersama Satria Muda di tahun kompetisi - Juara NBL Indonesia 2010-2011, 2011-2012 dan 2014-2015. Di kancah Asian Basketball League, bersama Indonesia Warriors, Rony juga jadi juara di tahun 2012.   Rony juga menjadi salah satu tulang punggung tim nasional Indonesia ketika meraih medali perak SEA Games 2007 di Nakhon Ratchasima Thailand dan SEA Games 2015  di Singapura.   Tahun 2017 Rony pensiun sebagai pemain. Jerseynya sudah digantung di markas Satria Muda di Mahaka Square Kelapa Gading Jakarta Utara, namun dia belum lepas dari bola basket. Rony Gunawan kini menjabat Vice President Indonesia Sport Venture yang menaungi klub Satria Muda Pertamina.   Berani meninggalkan zona nyaman, Rony akhirnya sukses di dalam dan luar lapangan.