IBL LEGEND: Njoo Lie Wen Tak Bisa Lepas dari Bolabasket


Nov 10, 2019

Njoo Lie Wen mundur sebagai pemain di klub terakhirnya Aspac, karena cedera ACL. Dia mundur pada tahun 1994. "Ini jalan Tuhan. Jika tidak, mungkin saya masih terus bermain," kata Lie Wen. 

Pria asal Solo ini pertamakali berlatih basket di klub TNH Solo, kemudian pindah Bhinneka dan pindah lagi ke  klub Sparta Solo. 

"Mulai basket serius  sebetulnya di Kumala Jaya Semarang. Sayangnya Tahun 1982 waktu pertama kali ada Gabatama,  Kumala Jaya tidak ikut serta. Jadi Saya terpaksa ikut klub Union Jogja, " kenangnya.

Sayang Gabatama cuma bertahan sampai 1986. Lie Wen dan kakaknya Njoo Lie Ming dan adiknya Njoo Lie Fan balik ke Kumala Jaya lagi. "Tahun 1987 kami pindah ke Asaba nama awal klub Aspac," ceritanya.

Di Aspac, Lie Wen mulai merajut jalan menjadi salah satu legenda bolabasket nasional. Dia terpilih membela tim nasional Indonesia untul SEA Games 1987, 1989 & 199 serta Kejuaraan Asia 1987 dan 1991. Tahun 1993, cedera menerpanya dan memutuskan mundur.

Lie Wen sebenarnya tak berpikir untuk terus menggeluti bola basket. Dia menerima pekerjaan di Indramayu. Namun, permintaan seorang pelajar SMP untuk melatih tak bisa ditolak.

"Dia tahu saya mantan pemain nasional, dan meminta saya melatih sekolahnya SMP Penabur," ujarnya.Sebetulnya di Indramayu saya sempat melatih SMP Penabur karena ada satu murid datang kerumah minta saya utk bantu melatih. Lie Wen dan istri, Yauwati Jusuf yang juga mantan pemain nasional, sempat ragu tapi melihat antusias anak itu mereka tidak tega menolak.

"Jadi kami luangkan waktu utk melatih anak anak SMPK Penabur di Indramayu. Kami melatih cuma tiga tahun saja. Setelah itu tahun 2008 kami pindah cirebon. Tahun 2010 di cirebon mulai aktif dibasket lagi karena ada beberapa anak anak muda yg minta dilatih," ujarnya. Kebetulan Lie Fan juga pulang dari Amerika Serikat dan kembali tinggal di Indonesia. "Jadi kita terjun di basket lagi utk pembinaan,"  paparnya. Maka berdirilah klub Generasi Muda Cirebon (GMC) serta sebuah gedung bolabasket. 

Tahun 2017, Lie Wen ditunjuk menjadi manajer tim nasional putri dan menggapai hasil medali perunggu SEA Games 2017 serta peringkat ketujuh Asian Games 2018 Jakarta Palembang.

Lie Wen menilai bolabasket Indonesia saat ini lebih maju dibanding jamannya bermain dulu. 

"Hanya saja kita berharap pemain muda yang dibina sejak junior mau bermain di IBL.  Untuk itu IBL harus bisa lebih maju, kemasan harus lebih rapi & inovatif," sarannya.

"Kita harus pikirkan masa depan pemain, mereka pasti memilih perkerjaan lain, jika kehidupan sebagai pemain bola basket Indonesia tidak memberikan harapan," ujarnya.