IBL Legend : Gagan Rahmat Tak Bisa Lepas dari Basket


Sep 28, 2019

 

Gagan Rachmat Hidayat sudah berkiprah di kompetisi bola basket profesional sejak era Kobatama. 

Tahun 1995 dia sudah bergabung dengan Siliwangi Bandung. Sinarnya makin terang ketika hijrah ke Satria Muda dan mencatat sejarah bagi klub dengan menjadi juara nasional pada tahun pertama dia bergabung, 1999.

Dia bersama Satria Muda juga merebut gelar juara IBL pada tahun 2004 dan 2006 sebelum bergabung dengan Garuda Bandung 2007-2011. Pensiun sebagai pemain, Gagan ditunjuk sebagai manajer tim Garuda di tahun 2011 hingga 2014.

Gagan kemudian dipercaya menjadi manajer tim Stadium pada tahun 2015-2017. Ketika Stadium melakukan merger dengan Aspac dan berbendera Stapac, Gagan pun menjadi manajer Stapac walaupun hanya semusim 2017-2018.

Tak beredar di orbit IBL, terdengar kabar Gagan memboyong keluarga ke Pulau Dewata,  Bali. "Ada kerjaan, masih berhubungan dengan bola basket," katanya.

Di Bali, Gagan masih bergaul dengan komunitas basket. "Saya sesekali masih  main basket dengan komunitas basket Buldog Buleleng dan Merpati Bali bersama Lolik dan coach Triadnyanaadi Lokatanaya," katanya. Dua nama yang disebut adalah mantan pemain nasional Indonesia. 

"Saya tak bisa lepas dari basket," akunya. Gagan berharap bersama meningkatnya kompetisi IBL, bola basket Indonesia akan semakin maju.

"Semoga rookie rookie nanti juga lebih berkualitas," harapnya.