IBL LEGEND: Bambang Hermansyah Legenda dari Era Profesional Pertama


Nov 09, 2019

Ali Budimansyah memang legenda, namun jauh sebelum Budi bersinar,  sang kakak Bambang Hermansyah sudah menapak jejak gemilang sebagai legenda bola basket Indonesia.

"Saya sudah bermain sejak era pertama bolabasket profesional Indonesia yang saat itu bernama Gabatama (Liga Basket Utama) tahun 1980," kata Bambang yang kini mengabdi di Kemenpora. 

Bambang memperkuat klub  Indonesia Muda dan menjadi juars dua musim kompetisi berturut turut (back to back) dimusim 1980/1981 dan 1981/1982.

"Setelah kompetisi berganti nama menjadi Kobatama,  saya pindah ke Pelita Jaya tahun 1985-1987," kenangnya. Pada Kompetisi Kobatama 1987, Bambang menjadi top scorer dan Most Valuable Player.

Kemudian dia berpindah ke Asaba, nama awal klub Aspac. Hijrah lagi ke klub Jakarta Utama. Bambang juga sempat menjadi pelatih merangkap pemain di klub Satria Muda di masa Kobatama.

Kiprah Bambang di tim nasional diawali dengan masuk dalam skuat tim nasional pelajar dan junior berlaga di Kejuaraan Asia.

Setahun kemudian dia sudah masuk dalam tim nasional senior untuk SEA Games 1981. Dua tahun kemudian dia juga ikut SEA Games 1983. "Hanya SEA Games 1985 saya absen," tuturnya.

SEA Games 1987 dan SEA Games 1989 , Bambang kembali tampil. Dia sebenarnya juga dipanggil mengikuti pelatnas SEA Games 1991. "Saya memutuskan mundur dari pelatnas. Istri saya mau melahirkan anak pertama, " ceritanya. Tahun 1992, dia resmi mengundurkan diri sebagai pemain profesional. 

Bambang beralih menjadi pelatih. Dia ikut menangani tim nasional SEA Games 1993 dan 1995 serta Kejuaraan Asia Senior dan Kejuaraan Asia Junior. Dia juga sempat menangani beberapa klub IBL.

Bambang sampai saat ini masih rutin bermain bola basket. "Saya masih main dan sering ikut turnamen veteran. Bulan April lalu saya dan kawan kawan menjuarai turnamen veteran diatas usia 50 thn se ASEAN yg diselenggarakan oleh MABA (Malaysia Basketball Association) di Kuala Lumpur," paparnya.

Bulan lalu dia berhalangan hadir dalam Kejuaraan Veteran di Chiang Mai Thailand.  "Ada banyak pekerjaan yang tidak bisa ditinggal, " katanya.

Bambang punya saran menarik untuk IBL. "Perlu dicoba untuk format kompetisi home and away. Saya melihat fan base klub sudah terbentuk," sarannya. 

Bolabasket memiliki kekuatan pada sisi penggemar remaja. "Energi itu yang harus terus diraih dan dijaga untuk masa depan bola basket Indonesia," katanya.

 

Foto by : Ngobrolbasket.com