IBL LEGEND: Apriyadi Sambut Baik Rookie Combine 2019


Oct 12, 2019

Apriyadi, mantan pemain tim nasional Indonesia, hadir di The Hawk Basketball BSD menyaksikan program IBL Rookie Combine 2019, 9-11 Oktober.

"Program ini bagus. Apalagi pemain-pemain muda ini ditangani pelatih bagus. Mereka memang harus dibekali Basketball IQ untuk bersaing di dunia bola basket modern saat ini," kata Aprijadi, mantan pemain Halim dan Pelita Jaya.

Dia gembira pemain legenda dengan Basketball IQ tinggi seperti Andy Batam, Antonius Joko, Saut Lambok Jonson dan Jerry Lolowang ikut terlibat dalam coaching staff membantu coach asal Selandia Baru, Sean Pero MacPherson Cameron. 

"Mereka semua pemain pintar yang bisa menularkan ilmu kepada para pemain muda," ujarnya. 

Apriyadi sendiri kini juga menjadi pembina pemain muda. "Saya melatih KU14 dan16 di Hawk, " tuturnya. Tempat berlatih Hawk menjadi arena IBL Rookie Combine. 

Pensiun menjadi pemain, Apriyadi menjadi asisten pelatih Satria Muda. "Sebenarnya saat itu saya masih ingin ikut bermain, tapi tidak diijinkan oleh Pak Erick Thohir," kenangnya. Bersama pelatih Rastafari Horongbala, Satria Muda dibawanya menjadi juara Kobatama 1999 yang saat itu menjadi kompetisi tertinggi bola basket Indonesia. 

Apriyadi juga sempat menjadi pelatih Mahaputri yang berulangkali menjadi juara Kobanita. Prestasi yang mengantarnya menjadi pelatih tim nasional putri Indonesia. Dia juga sempat menangani Hangtuah.

Sempat bekerja di luar bola basket, Apriyadi kemudian memutuskan kembali pada bola basket yang membesarkan namanya dengan menangani pemain pemain muda.

 

Photo by: NBL indonesia