Efri Meldi: Saatnya Pemain Lokal Bersinar


Dec 06, 2020

IBL kembali bergulir sebagai liga kasta tertinggi di Indonesia pada tahun 2016.Perubahan terus terjadi untuk menyempurnakan kompetisi profesional tertinggi di tanah air dari waktu ke waktu. Seperti mekanisme Draft untuk Rookie, hingga pemakaian jasa pemain asing. Tapi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, liga untuk sementara waktu menghentikan penggunaan pemain asing. 

Liga memastikan untuk musim 2021 tanpa pemain asing. Pertimbangannya tentu soal keamanan dan keselamatan pemain. Perjalanan antarnegara yang masih sulit dilakukan karena pandemi. Serta banyak pertimbangan lain yang membuat liga akhirnya digulirkan dengan pemain lokal saja. 

Bila melihat ke belakang, IBL mulai memakai pemain asing sejak musim 2016-2017. Sejak saat itu, secara rutin pemain-pemain asing membuat persaingan IBL semakin bagus. Bahkan pada IBL Pertamax 2019-2020, tensi pertandingan semakin panas karena liga memutuskan untuk menambahkan tiga pemain asing untuk masing-masing klub.

Kehadiran pemain asing juga menimbulkan sisi positif dan negatif. Positifnya, liga semakin seru dan para pemain lokal terpacu untuk meningkatkan level permainan mereka guna mengimbangi kemampuan pemain asing. Tapi sebaliknya, dari sisi negatif, kehadiran mereka akan mengikis menit bermain pemain lokal. Seperti yang diungkapkan oleh pelatih kepala Satya Wacana Salatiga, Efri Meldi. 

"Kalau ada pemain asing, kekuatan tim peserta merata. Pertandingan juga tidak bisa diprediksi," katanya.

Tapi keadaannya berbeda sekarang. Bila tahun 1998 lalu, penghentian pemakaian pemain asing karena Indonesia sedang dilanda krisis moneter. Sedangkan untuk saat ini bukan hanya Indonesia saja. Seluruh dunia sedang berperang melawan virus Covid-19. Jadi mau tidak mau, untuk sementara waktu liga akan digulirkan tanpa pemain asing. Semua tim harus bisa mengambil sisi positifnya.

"Sayangnya, pandemi ini belum selesai juga. Jadi keputusan liga akhirnya memakai pemain lokal. Saya pikir ada bagusnya juga untuk pemain lokal kita. Karena kita bisa melihat sejauh mana perkembangan pemain lokal setelah ada pemain asing empat musim ini," jelasnya. 

Meldi juga menyoroti soal usia pemain untuk musim depan. Rata-rata semua tim punya pemain muda yang lebih banyak ketimbang senior. Ini juga bagus bagi liga, karena tetap bisa kompetitif tanpa kehadiran pemain asing. Tapi yang penting, kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh pemain-pemain lokal untuk bersinar musim depan. Karena mereka sendiri yang bakal jadi tulang punggung tim. Tidak bisa lagi mengandalkan jasa pemain asing. (*)