Denny Sumargo Bicara Soal Final Klasik


Mar 20, 2019

Denny Sumargo masih selalu terkenang final klasik Aspac yang kini bernama Stapac melawan Satria Muda Pertamina. "Pressure lebih besar, bahkan kadang sampai tak bisa tidur sehari sebelum pertandingan," kata Denny yang pernah memperkuat dua klub ini.

"Saya empat kali juara bersama Aspac dan dua kali bersama Satria Muda," kenangnya. "Rasa ingin menang selalu lebih tinggi berimbas pada tensi pertandingan sehingga gim pasti lebih menarik," tuturnya.

Gim pertama selalu menentukan. "Pengalaman saya, pemenang gim pertama menjadi juara," katanya. Karena itu laga final pertama di Britama Arena Mahaka Square Kelapa Gading Jakarta, Kamis 21 Maret amat krusial.

"Sulit memprediksi. Dilihat dari musim reguler Stapac di atas angin, tetapi kalau mereka over confidence bisa jadi bumerang," katanya.

Apalagi Satria Muda bermain di kandang sendiri. "Motivasi anak anak Satria Muda akan bertambah bermain di kandang sendiri," tuturnya.

Denny yang kini menjadi artis sebenarnya ingin menyaksikan laga seru dua mantan klubnya ini. "Tetapi saya harus melihat agenda kerja saya dulu, kalau kosong saya ingin melihat final sengit tersebut," katanya.