Avan Seputra Bicara soal Loyalitas


Jul 23, 2021

Penggawa Satria Muda Pertamina Jakarta, Avan Seputra, berbicara soal loyalitasnya terhadap klub yang dibela. Meski terbilang muda, Avan ternyata sudah delapan tahun berseragam klub yang identik dengan warna biru tersebut.

Avan memulai karier profesional pada 2012. Pebasket berusia 26 tahun itu saat ini memiliki kontrak hingga 2022 bersama Satria Muda Pertamina Jakarta.

Godaan membela klub lain sempat datang ke Avan. Namun, ia punya alasan kuat mengapa bertahan.

“Awalnya memang Satria Muda bukan tim pertama yg memberikan tawaran ke saya ketika saya umur 18 tahun. Tetapi Satria Muda adalah tim yang paling serius memberikan tawarannya bagi saya waktu itu,” ujar Avan.

“Sehingga saya mengiyakan tawaran tersebut. Dan seiring berjalannya waktu, Satria Muda juga memberikan dan mencukupi kebutuhan pemain, termasuk saya. Sehingga saya juga harus push diri saya untuk memberikan yg terbaik untuk Satria Muda juga.”

“Puji Tuhan kerja sama kami masih berlanjut sampai sekarang. Walaupun memang ada saat di mana kontrak saya habis, ada beberapa opsi datang. Tetapi Satria Muda tetap memberikan komitmen bagi saya dan saya juga tetap memprioritaskan Satria Muda untuk menjadi pilihan pertama. Karna Satria Muda  juga sudah memberikan kesempatan dari pertama , memberikan yg terbaik bagi saya dan membesarkan nama saya,” imbuhnya.

Di sisi lain, Avan juga tak menyalahkan pemain yang kerap berganti klub. Ia sadar, hubungan antara pemain dan klub murni profesionalitas.

Avan memiliki pandangan bahwa loyalitas harus dijalankan dengan simbiosis mutualisme. Bila klub memberi 100 persen, maka pemain juga harus memberikan yang sama.

“Banyak pemain yang ingin bermain di klub yang mereka mau, tapi karena klub sudah memberi kesempatan dan memberi kebutuhan pemain tersebut, tetapi pemain itu malah tidak menjalani dengan 100 persen, sehingga klub tersebut menukar atau ketika masa kontrak berakhir tidak memberi tawaran lagi,” tutur Avan.

“Ada juga pemain yang sudah memberikan terbaiknya untuk klub, tetapi klub tidak memberikan yg terbaik atau tidak mencukupi kebutuhan pemainnya, sehingga pemain tersebut ingin pindah atau bela klub lain untuk mendaptakan yang lebih layak. Yaa itu semua wajar saja menurut saya,” sambungnya.

Bagi Avan juga, semua yang terjadi di dunia basket tak melulu soal uang. Semua ini bukan hanya tentang uang , tetapi lebih dari itu, kepercayaan, dedikasi, konsistensi dan hubungan yang baik,” tutur juara IBL Pertamax 2021 itu.