Amartha Hangtuah Masih Punya Harapan


Mar 04, 2020

Menarik bila kita cermati perjalanan Indonesian Basketball League (IBL) musim ini. Khususnya ketika reguler season dimulai lagi setelah libur tengah musim. Ada Amartha Hangtuah yang seperti kehilangan harapan dengan delapan kekalahan beruntun, justru bisa mengembalikan asa ke babak Play-Off. 

Sepertinya IBL Fans punya keyakinan bahwa Hangtuah bisa mewarnai persaingan papan atas di liga musim ini. Apalagi setelah mereka menjadi Runner-Up pada Piala Presiden Bola Basket di Solo, bulan November 2019. Sayangnya yang terjadi sebaliknya. Hangtuah seperti terjerumus ke sumur yang dalam. Setelah menang satu kali di Semarang, mereka tidak pernah menang dalam delapan laga di tiga seri selanjutnya. Tentu harapan tampil di Play-Off sirna seketika. 

Ditambah lagi, salah satu cara strategis diambil Hangtuah untuk membangkitkan performa, yakni mengganti pemain asing. Ternyata hasilnya sama saja. Tidak membuat mereka mengakhiri rentetan kekalahan. 

Tetapi kemudian kejutan terjadi. Di Kediri, mereka dipimpin oleh pelatih Rastafari Horongbala. Pada debutnya, pelatih senior itu berhasil membuat timnya menang 83-78 atas Satya Wacana Salatiga. Harry Prayogo yang kini menjadi asisten pelatih tampak gembira dengan hasil tersebut. "Jelas sekali kemenangan ini bisa mengangkat moral pemain. Kami tampil lebih baik. Tentunya dengan adanya Coach Fari (panggilan akrab Rastafari)," kata Harry.

Peningkatan Hangtuah terjadi di sisi produktifitas poin. Mereka bisa mencapai 76,1 PPG dengan meningkatkan persentase field goals di paint area. Strategi yang dibuat Rastafari memudahkan para big man mendapatkan bola untuk dieksekusi. Sementara itu, Rastafari juga bisa membuat jumlah tembakan tiga angka meningkat. Khususnya dari corner. Terlihat di pertandingan melawan Pacific Caesar Surabaya di Kediri. 

Gunawan membuat enam tembakan tiga angka, dan semuanya dari corner. Kemudian Stefan Neno mencetak satu dari dua three point jump shot, juga dari corner. Sementara di paint area, Laquavious Cotton, Emilio Parks, dan M. Jayadiwangsa seperti mendapatkan durian runtuh. Mereka mencetak poin dengan mudah karena point guard bisa memberi assist bagus. Dari sisi tersebut, Kelly Purwanto dan Abraham Wenas memberikan 10 dari 20 assist Hangtuah selama pertandingan ini.

Peningkatan tersebut makin membuat percaya diri para pemain. Terutama mengembalikan asa mereka bisa tampil di Play-Off. "Berbicara mengenai Play-Off, kami masih punya peluang. Meskipun kecil, tetapi akan kami upayakan," kata Harry.

Hangtuah kini sudah menjalani 12 pertandingan dengan rekor 3-9. Setidaknya masih ada tiga seri reguler yang bisa mereka gunakan untuk mengamankan tiket menuju babak Play-Off. Yang paling dekat tentu seri Surabaya, 5-8 Maret 2020 mendatang di DBL Arena, Surabaya. (*)