Tim nasional Indonesia berhasil melaju ke laga final Turnamen Invitasi Asian Games ke 18

Tim nasional Indonesia berhasil melaju ke laga final Turnamen Invitasi Asian Games ke 18 setelah menang 60-38 atas Thailand di Gedung Basket Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (11/2).

Di final, Indonesia akan berhadapan dengan India yang sebelumnya mengalahkan Christian Ronaldo Sitepu dkk di babak penyisihan.

Membutuhkan kemenangan minimal sembilan angka untuk maju ke final, Indonesia tampil agresif dan unggul 17-6 di kuarter pertama. Kuarter kedua Thailand bangkit dan mampu menutup babak pertama dengan angka sama, 24-24.

Di babak pertama, akurasi tembakan tiga angka Indonesia sangat rendah, 9,1 persen.

Memasuki kuarter ketiga, Indonesia harus berjuang keras sebelum unggul 37-30, akurasi three points juga naik, 20 persen.

Kuarter terakhir Indonesia makin percaya diri, sementara pasukan Thailand makin tertekan dan Merah Putih pun unggul, 60-38.

"Terimakasih atas dukungan semua, anak anak sudah lakukan terbaik dan kita sampai ke final," kata pelatih Fictor Gideon Roring.

Ito, sapaannya, mengakui pasukannya belum tampil sempurna, terutama dalam akurasi. "Mudah mudahan di final bisa lebih baik lagi," harapnya.

Andakara Prastawa Dhyaksa menjadi pencetak angka terbanyak dengan catatan 16 poin. Jamarr Johnson menambah 14 poin dan 12 rebound.

"Kami akan selalu berusaha memberikan yang terbaik walau turnamen ini hanya test event," janji Prastawa.

Asisten pelatih Thailand, Piyapong Piroon mengakui Indonesia memang lebih baik. "Tim kami juga berisi pemain muda. Ini adalah tim U 23 kami," kata Piroon.

Center Adhi Pratama Putra harus keluar lapangan setelah melakukan lima kali pelanggaran. "Target harus menang dengan selisih cukup agar ke final membuat anak anak sedikit terlalu agresif sehingga lakukan pelanggaran tak perlu," ujar Ito.

Indonesia juga tidak menurunkan Arki Dikania Wisnu yang cedera engkel. Arki dipastikan tak turun saat laga final melawan India, Senin (12/2) ini.

"Pemain lain harus step up menggantikan peran Arki di lapangan," papar Ito.

Selamat berjuang ,Indonesia .

Related

wasit asing pimpin final IBL Pertalite 2017-2018

Rencana penggunaan wasit asing untuk final sebenarnya sudah terpikirkan sejak awal musim lalu. Kontroversi kepemimpinan wasit dalam babak semifinal menguatkan rencana tersebut.
[more]

Menunggu Wakil Divisi Putih di Final IBL Pertalite 2017 - 2018

Pelita Jaya dan Stapac akan berjuang menuju babak pamungkas IBL sebagai yang terbaik di Divisi Putih. Stapac mendapat kesempatan pertama menjadi tuan rumah di Yogyakarta.
[more]

BSB Hangtuah Paksa Satria Muda Bekerja Keras di semifinal pertama divisi merah I...

"Kredit buat pemain yang berjuang hingga habis. Kredit pula buat Hangtuah yang banyak memberikan pelajaran," kata pelatih Satria Muda, Youbel Sondakh.
[more]

Download IBL App at:

Play Store Badge App Store Badge