Satya Wacana Salatiga Sabet Tiga Penghargaan Individu IBL 2016

Perjalanan Satya Wacana Salatiga di kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2016 telah berakhir. Respati Ragil Pamungkas dan kawan-kawan harus terhenti di putaran pertama playoffs, usai takluk dari juara musim regular IBL 2016 CLS Knights Surabaya, dengan skor 52-62, Selasa (17/05/2016).

 

Kendati begitu, pencapaian tim kebangaan Kota Salatiga itu patut diapresiasi. Tanpa dua pemain andalannya, Yosua dan Luthfianes Gunawan, yang pindah ke tim lain, Satya Wacana masih bisa bersaing untuk lolos ke babak playoffs. Yang spesial adalah ini merupakan playoffs pertama bagi mereka selama enam tahun mengikuti kompetisi liga profesional.

 

Torehan historis Satya Wacana di musim ini terasa semakin lengkap. Pasalnya, pasukan Efri Meldi itu berhasil meraih meraih tiga gelar individu di IBL 2016. Sang center andalan, Firman Dwi Nugroho menyabet dua penghargaan sekaligus, yaitu Defensive Player of The Year (DOTY) dan Most Improved Players (MIP). Sedangkan, Efri Meldi sebagai pelatih berhasil meraih gear Coach of The Year (COTY).

 

Pemilihan penghargaan individu ini melibatkan peran media, dan juga Starting5 Sports and Entertainment selaku operator IBL. Tiga penghargaan itu diserahkan sebelum laga Satya Wacana melawan CLS dimulai.

 

"Penghargaan ini melibatkan voting dari 18 media terpilih (70%), dan juga berdasarkan statistik dari seri pertama hingga seri enam reguler season dan 30% dari kami," ujar Hasan Gozali selaku Komisioner IBL.

 

Firman dengan total 405 suara berhasil mengungguli dua kandidat lainnya yang berasal dari Garuda Bandung, yakni Rizal Falconi (314) dan Daniel Wenas (283) di kategori MIP. Sementara itu di kategori DOTY, total 370 suara yang diperoleh Firman lebih banyak dibandingkan kapten Garuda, Galank Gunawan (348) dan pemain CLS, Jamarr Johnson (284).

 

“Tentu sangat senang atas penghargaan ini. Setelah enam tahun bermain, baru kali ini saya mendapatkan penghargaan. Ini merupakan tahun terbaik saya,” Firman mengungkapkan. “Saya bisa mendapatkan ini berkat dukungan dari teman-teman dan juga kepercayaan dari pelatih.”

 

Keberhasilan Firman ini mendapat apresiasi dari sang pelatih, Efri Meldi. “Bigman mana yang bisa tahan bermain selama 40 menit di satu game. Dengan banyak bermain, pasti kemampuan dia akan banyak meningkat,” tukas Meldi.

 

Di bagian lain, Efri Meldi berhasil terpilih  sebagai COTY dengan perolehan 364 suara. Pelatih CLS Knights, Wahyu Widayat Jati di peringkat kedua dengan 337 suara dan juru racik Garuda, Fictor Gideon Roring di posisi ketiga dengan 305 suara.

 

“Jujur, mendapat penghargaan seperti ini bukan tujuan utama saya. Semua pencapaian ini karena pemain. Sebab, pemain lah yang bisa membuat saya hebat, sehingga bisa dinilai baik oleh orang lain,” ujar Meldi, pelatih kelahiran Tanah Datar, Sumatera Barat.

 

Sementara itu tiga penghargaan lainnya akan diberikan di game-game berikutnya. Ketiga penghargaan itu adalah Most Valuable Players (MVP), Rookie of The Year (ROTY), serta Sixth Man of The Year (SMOTY). (ivn/IBL)

 

Photo: HP/IBL

Related

Satya Wacana Pastikan Kekuatan Sebelum Libur Lebaran

Dua pemain sudah menyatakan pensiun yakni Yurifan Hosen dan Prio Dwi Handoko. “Mereka masih membantu kami dalam latihan hingga kontrak mereka habis bulan Juni nanti,” papar Zaki.
[more]

Gim Terbaik Nuke Saputra, Pacific Taklukkan Satya Wacana 88 -82

"Gim terbaik saya sepanjang musim ini. Permainan tim kurang maksimal. Kurang fokus saat defense," kata Nuke, kapten tim Pacific.
[more]

Stapac Anggap Seri Delapan di Malang sebagai Persiapan Playoffs

"Satya Wacana bermain bagus. Kami kerepotan saat mereka melakukan full press court yang dua gim melawan kami sebelumnya tak pernah dilakukan," kata asisten pelatih Stapac, Antonius Ferry Rinaldo.
[more]

Download IBL App at:

Play Store Badge App Store Badge