Satu season di IBL cukup untuk Freddy bachtiar

Mungkin sudah banyak yang mulai menyadari kalau Freddy tidak ada di dalam video latihan yang diunduh @siliwangibbal di akun Instagramnya. Freddy Bachtiar memang memutuskan untuk tidak melanjutkan karir basketnya di liga pro untuk saat ini


Memiliki catatan statistic yang cukup baik; FG% 30%, 2P% 43%, dan EF 45.00, @freddybachtiar memutuskan untuk tidak melanjutkan karir basketnya di liga pro. Freddy, yang lebih akrab disapa Acun, baru bergabung bersama Siliwangi Basketball dan menjadi salah satu deretan rookie yang berlaga di IBL Pertalite 2017/2018.

Meskipun merupakan tahun pertamanya bermain di liga pro, Freddy menjadi salah satu nominasi Rookie of The Year season tersebut bersama dengan Hengky Lakay (SWS) dan Abraham Wenas (BSH).


“Dari awal memang sebenarnya saya tidak berniat untuk bermain di liga pro, soalnya ngerasa kalau main basket ujung-ujungnya pasti berenti karena usia, cepat atau lambat. Setelah selesai basket nanti takut bingung mau ngapain setelahnya. Takut ketagihan juga nanti,” ujarnya sembari tertawa. 


Sebelum bermain bersama Siliwangi, Freddy bermain di tim Divisi 1 dan juga masuk ke dalam tim LA Streetball dan berlaga di Challenge The World 2017 (CTW 2017), di Filipina. 


“Waktu itu sebenarnya udah ditawarin sama beberapa tim juga, tapi gak mau. Akhirnya disuruh deh sama pelatih buat coba aja main di liga pro, yaudah deh saya mutusin buat main,” lanjutnya.


Siliwangi akhirnya menjadi pilihan Freddy karena banyak pemain muda dan ia merasa akan mendapatkan minute play yang lebih banyak nantinya. Masih belum ada rencana untuk bermain pro lagi untuk sekarang, tapi dirinya tidak menutup kemungkinan untuk bergabung dengan tim pro nasional ke depannya. 


“Kalo rencana kedepan mungkin mau cari pekerjaan, tapi sambil main lagi di Divisi 1. Kedepannya ya gak ada yang tau.”


Meskipun hanya satu bermain selama semusin di liga pro nasional, namun Freddy mengaku sudah banyak sekali pelajaran. Karena faktanya, intensitas permainan di kompetisi basket tertinggi Indonesia sangat berbeda dengan yang biasa dilakoninya di level amatir.


“Semua pemain yang ada di liga banyak yang punya pengalaman jauh diatas saya, beda banget pas main di Divisi 1. Presure nya lebih tinggi di liga pro.” Berbicara mengenai performanya selama season kemarin, dirinya mengaku belum puas karena belum bisa bermain secara konsisten dari 17 game yang dijalankan.


“Saya senang bisa bermain di Siliwangi season kemarin dan berlaga di liga pro. Terima kasih Siliwangi dan IBL. Satu season saja cukup,” tutupnya. Good luck untuk rencana kedepannya, Acun !!

<iframe frameborder="0" width="100%" height="220px" src=" http://www.fiba.basketball/lsheader/index.html#208014 " scrolling="no" border="0" ></iframe>

Related

Tiga Pemain Asing Dipertahankan

Juara bertahan Satria Muda Pertamina mempertahankan big man Dior Lowhorn. Lawan Satria Muda di final musim lalu memutuskan tetap memilih point guard Wayne Bradford, sementara Satya Wacana Salatiga menjaga point guard Maddarious Gibbs.
[more]

Siliwangi Sangat Minati Daniel Wenas

"Kami melihat potensi besar pada diri Daniel Wenas," kata Doddy Patriady, Direktur Utama PT Neosport Maung Internasional yang menaungi klub Siliwangi.
[more]

Handri dan Kris Fokus Pemulihan Cedera

Pasca operasi, Kris terlihat menghabiskan waktunya di GYM. “Udah bisa jalan sih, tapi masih harus terapi lagi karena masih agak pincang. Jadi sekarang lakuin apa yang bisa dilakuin aja”
[more]

Download IBL App at:

Play Store Badge App Store Badge