Profile: Arif Hidayat

Walaupun sudah masuk sebagai nominee peraih Sixth Man Award, guard CLS Knights, Arif Hidayat tak menduga benar-benar akan memperoleh penghargaan tersebut. Dia baru menyadarinya ketika Direktur IBL, Hasan Gozali, menyebutkan namanya sebagai pemenang dalam jumpa pers di Hotel Amaris Margorejo, Surabaya, Selasa (18/4).

“Saya tak menduga. Saya diundang sebagai perwakilan pemain CLS Knights bersama Mario Wuysang untuk berbicara soal laga semifinal melawan Satria Muda Pertamina," aku Arif seusai jumpa pers tersebut.

Arif memang tampil energik musim ini. Turun sebagai pemain cadangan, tak jarang dia membuat perbedaan pada permainan CLS sehingga meningkatkan kembali daya juang tim. “Arif memang pantas mendapat penghargaan ini,” kata pelatih CLS Knights, Wahyu Widayat Jati.

Dalam latihan dan pertandingan Wahyu memang kerap bersikap keras pada pemain ini. “Saya selalu mengingatkan dia, bahwa dia adalah pemimpin masa depan CLS Knights jika Mario Wuysang pensiun, dia harus lebih siap,” tegas sang pelatih.

Arif pun semakin menyadari. “Saya selalu berusaha untuk siap menjalankan peran apapun yang diminta pelatih sesuai dengan rencana permainan dan strategi yang diterapkan,” kata Arif.

Masuknya dua pemain asing CLS Knights, Ashton Smith dan Duke Crews juga menambah ilmu Arif. “Mereka kerap memberikan masukan kepada saya agar semakin berkembang sebagai point guard,” katanya.

Memperoleh penghargaan personal bukanlah tujuan utama Arif dalam kompetisi. “Saya ingin CLS Knights kembali menjadi juara,” tegasnya.

Kita tunggu, sejauh mana kiprah Arif Hidayat bersama CLS Knights di IBL Pertalite 2017.

Related

IBL Hukum Pemain Terlibat Match Fixing Seumur Hidup

Manajemen IBL menghukum sembilan pemain yang melakukan pengaturan hasil pertandingan musim IBL Pertalite 2017 lalu dengan hukuman larangan bermain di IBL seumur hidup.
[more]

Wendha Wijaya Gabung NSH

Sosok Wendha dianggap cocok mengemban tugas tersebut selain diharapkan mampu membantu mengangkat performa pemain pemain muda NSH
[more]

Jelang IBL, Bima Perkasa Jogja Siapkan Tim Terbaik

Terpuruk di Piala Perbasi 2017. Bima Perkasa melakukan evaluasi besar-besaran . "Kekalahan dari Satya Wacana membuat kami terlecut dan melakukan evaluasi total," kata pelatih Bima Perkasa, Raoul Miguel Hadinoto.
[more]

Download IBL App at:

Play Store Badge App Store Badge