Piala Sony Hendrawan dan Harapan untuk Generasi Muda Indonesia

Jamarr Johnson meraih dua penghargaan Indonesian Basketball League (IBL) 2016 semalam (Sabtu, 22/5/2016) sebelum game antara CLS Knights Surabaya dan Satria Muda Pertamina Jakarta. Pemain naturalisasi tersebut menyabet gelar Rookie of The Year dan Most Valuable Player di gelaran IBL 2016 ini.
 
Namun itu bukan satu-satunya peristiwa yang membanggakan petang hari tersebut.
 
Pada kesempatan yang sama Starting5 Sports Entertainment selaku ‎operator IBL mendedikasikan piala Most Valuable Player (MVP) dengan memberinya nama Piala Sony Hendrawan.
 
Keputusan liga untuk memberi gelar penghargaan MVP ‎dengan nama Piala Sony Hendrawan ini bukanlah tanpa sebab. Ada sejarah panjang di belakangnya yang diharapkan bisa menginspirasi semua pemain IBL untuk bisa menyamai - atau bahkan melebihi - prestasi yang pernah diukir oleh seorang Sony Hendrawan.
 
Tapi siapa Sony Hendrawan tersebut?
 
Terlahir dengan nama Liem Tjien Siong, Sony Hendrawan memulai karirnya bersama Sahabat Semarang pada 1963. Ia salah satu pemain bola bakset Indonesia yang kiprahnya diakui di dunia internasional, terutama di Asia. Pasalnya, selama berkiprah untuk tim nasional, ia menorehkan banyak prestasi.
 
Di tahun1964, Indonesia berhasil mengalahkan Filipina dengan 13 poin dalam gelaran Pra Olimpiade di Yokohama, Jepang. Tim Merah Putih juga mengalahkan Kuba lewat kontribusi 55 poin Sony Hendrawan. Dalam beberapa kejuaraan, Sonny seringkali menjadi pencetak angka terbanyak Indonesia. Namun, yang paling mengesankan bagi Sony adalah Kejuaraan Asia 1967. Indonesia berhasil menempati peringkat empat saat itu.‎ Indonesia menjadi salah satu yang terbaik di Asia.
 
“Waktu itu di Korea Selatan Kejuaraan Asia. Saya, kan, jadi top skor. Masuk lima besar (pemain terbaik) juga,” kenang Sony soal masa jayanya. “Menang sama Filipina juga yang waktu itu juara Asia.”
 
Pria kelahiran Semarang, 21 Juni 1943 itu kemudian berkarir selama 10 tahun di dunia basket. Ia memutuskan pensiun pada 1973 karena harus memikirkan masa depan keluarga. Saat itu basket belum bisa menjadi pegangan hidup. Sonny pensiun dini di usia 30 tahun.
 
Kompetisi tetap berlanjut sejak Sony pensiun. Melihat perkembangan liga dewasa ini, ia mengaku senang. Menurutnya, liga sudah berkembang banyak sejak terakhir kali ia menonton. Ia mampu memberi perbandingan.
 
“Perkembangannya, sih, sekarang sama dulu lain. Kalau dulu kebanyakan individu. Main perorangan. Sendiri semua. Jadi, lebih kelihatan gayanya. Kalau sekarang kebanyakan main tim,” jelas Sony.
 
Menurut Sony, dulu memang belum ada pelatih yang bisa mengarahkan pemain. Tidak heran kalau para pemain bermain sendiri-sendiri. “Sekarang sudah profesional. Jadi, ada pelatihnya juga. Pemainnya juga sudah profesional. Jadi, mainnya harus menurut sama pelatih,” katanya.
 
Harapan ke depannya, Sony berdoa untuk kemajuan liga. Ia berharap liga ini semakin kompetitif. Selain itu, pemain-pemain muda Indonesia diharapkan mampu meneruskan jejak positif di kancah internasional. 
 
Dengan berbagai prestasi yang telah diukir oleh Sony Hendrawan‎ dan namanya diukir sebagai penghargaan untuk MVP IBL, standar yang tinggi bagi seorang pemain bola basket terbaik di liga profesional Indonesia telah diletakkan. Jamarr Johnson memenangkannya musim ini. Siapa yang akan menjadi Sony Hendrawan berikutnya?
(GNP/IBL)

Related

Indonesia Lewati Hadangan Vietnam

Mario Wuysang dkk mampu menjaga keunggulan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 89-73
[more]

CLS Knights Surabaya Juara IBL 2016

CLS Knights Surabaya akhirnya mengukuhkan diri sebagai tim terbaik di kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2016. CLS keluar sebagai juara IBL 2016 setelah menundukkan Pelita Jaya Energi Mega Persada 67-61 pada game ketiga babak final di Britama Arena – Mahaka Square, Minggu (29/05/2016). Dengan hasil ini, CLS unggul 2-1 dalam format the best of three series. Di game pertama, CLS kalah 70-77 dari Pelita Jaya. Kemudian, CLS berhasil membalasnya di game kedua dengan skor 59-54.
[more]

IBL Legends Meriahkan Laga Amal

Final game kedua antara Surabaya Fever melawan Tomang Sakti Merpati Bali berakhir dengan Fever keluar sebagai juara Women’s Indonesian Basketball League (WIBL) musim ini. Momen itu menjadi salah satu kemeriahan liga basket pada Sabtu (28/5/2016). Namun, kemeriahan tidak hanya berhenti sampai disana karena kemudian dilanjutkan dengan Charity Game.
[more]

Download IBL App at:

Play Store Badge App Store Badge