pensiun jadi pemain, yayan fokus menjadi pelatih pemain usia dini

Andrie Ekayana memutuskan pensiun sebagai pemain. Tak pernah meraih gelar juara IBL, tak membuatnya penasaran. “Sudah cukup bagi saya. Sekarang saya ingin dekat dengan anak-anak,” kata pria yang akrab disapa Yayan, bapak dari Aldan (9) dan Sofie (4).

Mengawali karier dan menjadi legenda di Bima Sakti, Yayan hijrah ke Aspac, kemudian CLS Knights, Hangtuah Sumsel dan terakhir semusim bersama Pelita Jaya. Sayang, dari lima klub yang dibelanya, Yayan tak pernah mencicipi gelar juara nasional. Walau demikian, rasanya tak ada yang tidak mengakui kehebatan Yayan.

Yayan dinilai memiliki skill komplet. Dua kali dia masuk dalam skuad tim nasional peraih medali perak SEA Games 2007 di Nakhon Ratchasima Thailand dan 2015 di Singapura. Yayan sebenarnya juga dipanggil untuk SEA Games 2017, namun saat itu dia menolak karena mengaku tak siap.

Kini Yayan fokus melatih anak-anak. “Saya melatih anak-anak usia 14 tahun ke bawah di Bima Sakti Malang,” kata karyawan Kementerian Pemuda dan Olah Raga ini. “Di Kemenpora, jika masih melatih, kami bisa tidak usah ngantor asal selalu memberikan laporan soal kegiatan melatih kami,” jelasnya.

Yayan ingin menjadi pelatih yang baik. “Pemain yang baik belum tentu bisa menjadi pelatih yang baik. Saya juga masih harus banyak belajar untuk menjadi pelatih,” katanya.

Kegiatan melatih sebenarnya sudah dilakukan sebelum Pelita Jaya meminangnya. “Saya sudah beberapa bulan melatih ketika coach Fictor Roring memberi penawaran untuk bergabung dengan PJ,” kenangnya.

Di PJ, Yayan tak bisa langsung beraksi di awal kompetisi. Cedera lutut memaksa dia harus menjalani operasi dan pemulihan. Baru di pertengahan musim dia bisa membela PJ hingga melangkah ke final sebelum dihentikan Satria Muda Pertamina.

“Sebenarnya kalau menurut saya tidak perlu operasi, tetapi saya patuh pada pendapat dokter, toh dia yang lebih ahli,” kata Yayan.

Yayan kini tak lagi beraksi di lapangan sebagai pemain, tetapi buah karyanya sebagai pelatih menarik untuk ditunggu melahirkan Yayan-Yayan baru.

<iframe frameborder="0" width="100%" height="220px" src=" http://www.fiba.basketball/lsheader/index.html#208014 " scrolling="no" border="0" ></iframe>

Related

Korea Memang Unggul Segalanya

Tim nasional putra harus mengakui keunggulan Korea Selatan 65-104 pada laga pertama mereka pada Asian Games 2018 di Hall Basket Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (14/8).
[more]

Pertandingan hari pertama di cabang olahraga basketball 5x5

Timnas Indonesia Putra akan bertemj dengan Tim Nasional Korea pada pukul 18.30
[more]

Damian Cotter Pimpin Rookie Combine IBL 2018

Peserta IBL Rookie Combine diambil dari pendaftaran pemain baik lewat Liga Mahasiswa (LIMA) maupun lewat jalur pendaftaran di Pengprov Perbasi seluruh Indonesia.
[more]

Download IBL App at:

Play Store Badge App Store Badge