Pelita Jaya EMP sang Jawara

Pelita Jaya Energi Mega Persada akhirnya menjadi juara IBL Pertalite 2017 setelah menundukkan Satria Muda Pertamina 72-62 pada laga ketiga Final IBL Pertalite 2017 di BritAma Arena Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta, Minggu (7/5). Ponsianus Nyoman Indrawan pun berhak memperoleh piala juara yang diserahkan Menpora Imam Nahrawi.

Sebelumnya kedua tim membagi angka sama. PJE merebut gim pertama di C’Tra Arena Bandung, Kamis (4/5) sementara SMP membalasnya di kandang mereka, BritAma Arena, Sabtu (6/5).

“Kalau kami datang ke gim ketiga dengan cara sama seperti gim kedua, kami akan kalah. Akhirnya kami memutar otak memasang strategi dan pola baru. Puji Tuhan kami berhasil menjadi juara,” kata pelatih PJE, Johanis Winar.

Pola baru tersebut baru dilatih pada Minggu pagi sebelum laga pamungkas. “Kami terapkan press court dan zona defense yang sebelumnya tak pernah kami lakukan dan bukan merupakan ciri permainan PJE,” kata Ahang, sapaan Winar.

Pola baru cukup berhasil mengagetkan SMP. “Sebenarnya sedikit spekulasi, takut anak-anak tak bisa melakukannya dalam sekali sesi latihan tetapi mereka menunjukkan tekad luar biasa walau kami harus terus berteriak di pinggir lapangan,” kata Ahang.

Ahang memuji semangat juang timnya. Ketika unggul di babak pertama dan saat jeda sebelum kuarter ketiga, Ahang hanya mengingatkan pasukannya. “Di gim kedua, kita pernah dalam situasi unggul seperti ini tetapi kemenangan kemudian lepas. Sekarang segalanya bergantung pada pemain di lapangan apakah mau mengulang kesalahan atau meraih kemenangan. Pelatih hanya bisa mengarahkan dari pinggir lapangan,” tegasnya.

Tekad menang begitu tinggi di dada para pemain PJE, mereka tak mau final ketiga beruntunnya kembali menuai kekalahan seperti tahun sebelumnya. “Satria Muda adalah tim yang menjalankan press court terhadap lawan, tetapi belum tentu mereka siap bila lawan juga melakukan tekanan. Itulah yang kami lakukan,” kata Ahang.

“Kami menerima pola baru, tidak sulit karena sebenarnya sederhana. Pola-pola baru yang dirancang pelatih membuktikan bahwa mereka bekerja keras mencari strategi terbaik, kami pun harus bertekad menjalankannya dengan baik,” kata Adhi Pratama Prasteyo Putra, center PJE yang mengemas 13 angka sama seperti poin yang dicetak rekannya, Respati Ragil Pamungkas.

Center impor PJE, Kore White membuat double-double dengan raihan 25 angka dan 18 rebound. “Kontribusi pemain asing kami juga luar biasa,” ujar Ahang.

Di kubu SMP, Carlos Smith menjadi pencetak angka terbanyak, 14 poin dan 9 rebound. Hardianus menyumbang 12 angka. Arki Dikania Wisnu, kapten tim SMP dan MVP IBL Pertalite 2017 mencetak 9 angka sebelum fouled out. “Sayang kami gagal mencapai tujuan,” kata Arki.

Pelatih SMP, Youbel Sondakh tetap bangga pada pasukannya. “Mereka tak pernah berhenti berjuang. Hari ini PJ memang luar biasa, kontrol permainan mereka sangat bagus.” kata Youbel. Dia mengakui kesulitan menembus zona defense PJE.

Related

Pelita Jaya Juara Lewat Pertarungan Panas

Pelita Jaya EMP tampil sebagai juara Piala Perbasi 2017 setelah dalam laga final yang panas menundukkan juara bertahan Satria Muda Pertamina 82-77 di Britania Arena Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (10/11).
[more]

Pelita Jaya Juara Lewat Pertarungan Panas

Pelita Jaya EMP tampil sebagai juara Piala Perbasi 2017 setelah dalam laga final yang panas menundukkan juara bertahan Satria Muda Pertamina 82-77 di Britania Arena Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (10/11).
[more]

Download IBL App at:

Play Store Badge App Store Badge