Pacific lirik Playoffs, Satria Muda akhirnya runtuh

Peluang Pacific Caesar ke babak playoffs makin baik setelah menundukkan NSH Jakarta 96-85 pada seri ketujuh IBL Pertalite 2017 di GOR UNY Yogyakarta, Sabtu (11/3). “Pertandingan yang melelahkan. Kami memang harus menang dalam gim ini dan syukurlah bisa berhasil,” kata pelatih Pacific, Bisih.

Strategi menjaga dua pemain asing NSH, Gary Jacobs Jr dan Nate Barfield cukup berhasil dijalankan Reiner Hutasoit dkk. “Sangat susah menjaga mereka. Buktinya sudah dijaga cukup ketat keduanya masih bisa mencetak banyak angka,” tutur Bisih.

Gary mengemas 31 angka, sembilan rebound dan Nate mencetak 34 angka dan 15 rebound buat NSH. “Gary sangat cepat, memang berat menjaga dia. Kami harus melakukan double team,” kata Reiner, point guard Pacific.

Sementara untuk menjaga Nate, Bisih bergantian memasang big man lokalnya seperti Muhammad Wardana, Dian Heryadi dan Dicka Nugraha guna mendampingi Kevin Loisselle. “Kevin sendirian tak akan sanggup menjaga Nate. Nate sangat tangguh di bawah ring,” ujarnya.

Barfield sebenarnya tak tampil dalam kondisi seratus persen prima. “Betis kirinya sedikit memar, hasil dari pertandingan sehari sebelumnya melawan Aspac,” kata asisten pelatih NSH, Agus Batbual. NSH jelas kecewa.

“Kekalahan ini membuat peluang kami ke babak play off sangat tipis. Kami harus memenangkan semua sisa pertandingan, itupun tergantung dengan hasil dari Pacific,” katanya. Agus mengakui di kuarter pertama pasukannya lemah dalam defense.

“Setelah ada perbaikan dengan melakukan zona defense, angka lawan bisa sedikit ditahan, tapi justru pada dua menit terakhir anak-anak melakukan beberapa kesalahan yang berbuah angka bagi Pacific,” keluhnya.

David Seagers menjadi pencetak angka terbanyak bagi Pacific dengan 32 angka plus sembilan rebound. Kevin Loisselle mencetak double-double, 25 angka dan 16 rebound.

 

Sementara itu pada pertandingan lainnya, JNE Siliwangi Bandung membuatan kejutan besar dengan mengalahkan Satria Muda Pertamina 58-53. “Saya sebenarnya tidak gembira dengan performa anak-anak. Mereka melakukan 38 kali turn over, terlalu banyak,” kata Raoul Miguel Hadinoto, pelatih Siliwangi.

“Tetapi memang efisiensi kami unggul,” lanjut Ebos, sapaan karibnya. Ebos memang menyiapkan timnya untuk fokus setiap menit. “Kuarter ketiga jadi perhatian kami. Dalam beberapa gim terakhir anak-anak merosot saat kuarter ketiga. Kami melakukan persiapan simulasi untuk bersiap menghadapi segala situasi,” katanya.

Ebos juga mengingatkan pasukannya agar tidak terlalu bernafsu untuk menang. “Saya ingin menikmati permainan sesuai dengan game plan yang ditetapkan, tidak usah terlalu buru-buru,” jelasnya. Secara overall dia menilai timnya sudah terlihat bagus dalam defense, walau masih kurang soal ofense.

“Hasil evaluasi gim-gim sebelumnya membuat saya juga memperhatikan soal rotasi. Itu sebabnya, Chris Brand dan Raheem Singleton memiliki menit bermain banyak hari ini,” kata Ebos. Brand bermain selama 38:44 menit dan Singleton dimainkan selama 38:07 menit.

Singleton diistirahatkan saat laga tersisa 2 menit lima detik, setelah dia terjatuh dan terkapar sebentar. “Tidak apa-apa. Saya hanya kecapekan dan mendapatkan second win,” paparnya.

Raheem gembira timnya bisa terus fokus dan patuh pada game plan yang sudah dicanangkan. Raheem mencatat 18 angka, Brand membuat 13 angka dan 18 rebound, Vinton Surawi menambah dengan 14 angka bagi Siliwangi.

Youbel Sondakh, pelatih SM, mengakui Siliwangi bermain lebih baik. “Ofense mereka lewat Raheem dan defense yang dimotori Chris Brand benar-benar lebih baik hari ini,” katanya. “Pelajaran berharga bagi kami, bagaimana rasanya sebuah kekalahan,” ujar Youbel.

Kapten tim SM, Arki Dikania Wisnu mengakui timnya tidak bermain bagus. “Kami sedang off day, tetapi Siliwangi memang bagus. Mereka mengendalikan bola dan menembak dengan baik,” kata Arki yang terkena fouled out saat laga tersisa lima menit 49 detik. Tyreek Jewell menjadi pencetak angka terbanyak bagi SM dengan 13 poin, diikuti Carlos Smith yang mencatat 12 angka dan 11 rebound.

Related

Pelita Jaya Juara Lewat Pertarungan Panas

Pelita Jaya EMP tampil sebagai juara Piala Perbasi 2017 setelah dalam laga final yang panas menundukkan juara bertahan Satria Muda Pertamina 82-77 di Britania Arena Mahaka Square Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (10/11).
[more]

Menangkan Duel Klasik, Satria Muda Melangkah ke Final Perbasi Cup

Satria Muda Pertamina melangkah ke final Piala Perbasi setelah mengalahkan Stapac di babak semifinal 86-79, Kamis (9/11) di Britama Arena Mahaka Square, Jakarta.
[more]

Duel Klasik di Semifinal Piala Perbasi

Satria Muda menyusul Stapac ke semifinal setelah mengalahkan NSH 83-67, Rabu (8/11) dan menjadi juara grup C.
[more]

Download IBL App at:

Play Store Badge App Store Badge